MADANINEWS.ID, MAKKAH – Air Zamzam bukan sekadar bagian dari tradisi bagi jamaah yang datang ke Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Di balik tersedianya air tersebut bagi jutaan jamaah dan peziarah, terdapat sistem pelayanan berskala besar yang terus dikembangkan Arab Saudi.
Saudi Press Agency (SPA) melaporkan, konsumsi air Zamzam di kawasan Haramain dapat mencapai sekitar 1.560.000 liter per hari. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan yang harus dipenuhi agar jamaah dan peziarah dapat memperoleh air Zamzam selama berada di dua masjid suci.
Untuk mendukung layanan tersebut, sekitar 40.000 wadah air Zamzam disiapkan di kawasan Haramain. Sementara itu, lebih dari 1.530 pekerja terlibat dalam berbagai layanan yang berkaitan dengan penyediaan dan pelayanan air Zamzam.
Puluhan Tahun Mengembangkan Sistem Zamzam
Pengelolaan air Zamzam di Haramain bukan sistem yang baru dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Perhatian terhadap penyediaannya telah berlangsung sejak era Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud, Raja Pendiri Arab Saudi.
Pada masa awal, pengelolaan air Zamzam masih mengandalkan metode tradisional. Seiring meningkatnya kebutuhan jamaah dan perkembangan teknologi, sistem tersebut kemudian terus mengalami perubahan.
Perkembangan pengelolaan Zamzam menjadi bagian dari pelayanan terhadap Haramain dan para peziarah. Di bawah pemerintahan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, perhatian terhadap pelayanan tersebut juga terus dilanjutkan.
Pengalaman yang terakumulasi selama puluhan tahun kemudian dipadukan dengan kemampuan dan teknologi modern. Tujuannya untuk menjaga ketersediaan sekaligus mendukung kelancaran pelayanan air Zamzam dalam jumlah besar.
Bukan Sekadar Menyediakan Air
Skala konsumsi hingga 1,56 juta liter per hari membuat pengelolaan Zamzam membutuhkan sistem operasional yang kompleks. Layanan yang dijalankan tidak berhenti pada penyediaan air, tetapi mencakup berbagai tahapan pelayanan.
Distribusi air kepada pengunjung, perawatan wadah, pengelolaan titik-titik minum, pembersihan hingga proses pembotolan menjadi bagian dari sistem tersebut.
Teknologi kemudian digunakan untuk mendukung berbagai proses itu. Sistem modern memungkinkan pengelolaan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan jamaah dan peziarah dalam jumlah besar yang datang ke Haramain.
Keberadaan sekitar 40.000 wadah air dan lebih dari 1.530 pekerja memperlihatkan besarnya sumber daya yang dibutuhkan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan.
Melayani Jamaah dalam Skala Besar
Air Zamzam menjadi salah satu layanan yang melekat dengan pengalaman jamaah dan peziarah ketika berada di dua masjid suci. Karena itu, ketersediaan air harus ditunjang dengan sistem distribusi yang mampu menjangkau kawasan Haramain.
Kebutuhan harian yang mencapai 1,56 juta liter juga menunjukkan bagaimana layanan tersebut harus terus beradaptasi dengan perubahan jumlah dan kebutuhan pengunjung.
Arab Saudi secara bertahap mengembangkan sistem yang sebelumnya bersifat tradisional menjadi layanan yang didukung teknologi modern. Proses tersebut berlangsung dari generasi ke generasi seiring perkembangan pelayanan Haramain.
Pengelolaan Zamzam akhirnya tidak hanya berbicara mengenai air yang tersedia bagi jamaah, tetapi juga tentang bagaimana air tersebut disalurkan, wadahnya dirawat, titik minumnya dikelola, kawasan dibersihkan, hingga air diproses untuk pembotolan.
Dengan memadukan pengalaman selama puluhan tahun dan teknologi modern, Arab Saudi terus mengembangkan sistem pelayanan air Zamzam di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Sistem tersebut menjadi bagian dari pelayanan yang disiapkan bagi jamaah dan peziarah yang datang ke dua masjid suci.
