Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Bangunan Putih Dekat Masjidil Haram Ini Simpan Jejak Kelahiran Rasulullah

Abi Abdul Jabbar Sidik
29 June 2026 | 13:00
rubrik: Khazanah Islam, Napak Tilas
Bangunan Putih Dekat Masjidil Haram Ini Simpan Jejak Kelahiran Rasulullah

Maktabah Makkah Al Mukarramah, Bangunan yang diyakini sebagai tempat kelahiran Rasulullah SAW

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MAKKAH – Ribuan jemaah melintasi sebuah bangunan bercat putih di dekat area Marwah setiap hari tanpa mengetahui sejarah yang diyakini tersimpan di baliknya. Bangunan yang kini dikenal sebagai Maktabah Makkah Al-Mukarramahatau Perpustakaan Makkah itu disebut dalam berbagai catatan sejarah sebagai lokasi rumah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Lokasinya berada di kawasan Syi’ab Bani Hasyim, tidak jauh dari Masjidil Haram. Meski menjadi salah satu titik bersejarah dalam perjalanan hidup Rasulullah SAW, bangunan tersebut tidak dibuka bebas untuk umum.

Penerjemah resmi khutbah Masjidil Haram asal Indonesia, Ahmad Musyaddad, menjelaskan kawasan Syi’ab Bani Hasyim merupakan permukiman keluarga besar Nabi Muhammad SAW pada masa itu.

“Syi’ab artinya lembah. Bani Hasyim keluarga besar kabilah Nabi SAW. Atau kalau kita terjemahkan secara lebih sederhana, perkampungan Bani Hasyim. Di sinilah perkampungan keluarga besar Nabi SAW,” jelas Musyaddad saat sesi tur jejak sirah mengelilingi kawasan Masjidil Haram beberapa waktu lalu.

Diyakini Sebagai Rumah Kelahiran Rasulullah SAW

Menurut Musyaddad, para sejarawan sepakat Rasulullah SAW lahir di kawasan tersebut pada Tahun Gajah. Bahkan, sejumlah catatan sejarah menunjuk lokasi Maktabah Makkah Al-Mukarramah sebagai titik yang diyakini menjadi rumah kelahiran beliau.

“Sebagian pencatat sejarah menunjuk spot yang lebih definitif bahwa rumah kelahiran itu adalah tempat yang sekarang terakhir menjadi Maktabah Makkah Al-Mukarramah,” ujarnya.

Bangunan tersebut sengaja tidak dibuka untuk umum. Jemaah juga tidak diperkenankan mendekat guna menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti mengultuskan tempat tersebut.

Masa Kecil Rasulullah SAW

Meski diyakini sebagai tempat kelahiran Rasulullah SAW, masa kecil beliau tidak sepenuhnya dihabiskan di kawasan itu.

Saat masih bayi, Muhammad SAW diasuh oleh ibu susuannya, Halimah As-Sa’diyah, di perkampungan Bani Sa’ad yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Makkah.

See also  Dua Peristiwa Penting Dibulan Rajab: Isra Mi'raj dan Pembebasan Baitul Maqdis

Di tempat tersebut terjadi peristiwa Syaq al-Sadr, yakni pembelahan dada Rasulullah SAW oleh malaikat.

“Suatu hari malaikat mendatangi beliau yang sedang bermain-main, lalu membelah dada beliau, mensucikannya, dan memasukkan hikmah ke dalamnya,” tutur Musyaddad.

Peristiwa itu membuat Halimah khawatir sehingga Rasulullah SAW dikembalikan kepada ibundanya, Aminah, di Syi’ab Bani Hasyim saat berusia sekitar empat tahun.

Di kawasan itulah Rasulullah SAW tinggal hingga usia enam tahun sebelum sang ibu wafat. Setelah itu beliau diasuh oleh sang kakek, Abdul Muthalib, dan kemudian oleh pamannya, Abu Thalib.

Menurut Musyaddad, sejak kecil Rasulullah SAW telah berada dalam penjagaan Allah SWT.

“Beliau tidak pernah bermaksiat. Tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak diridhai Allah SWT sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy. Beliau dijaga oleh Allah SWT,” katanya.

Awal Perjalanan Menjadi Al-Amin

Di bawah asuhan Abu Thalib, Rasulullah SAW tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Beliau menggembala kambing dan kemudian mengikuti perjalanan dagang hingga ke Syam.

Pengalaman tersebut membentuk karakter Rasulullah SAW sebagai sosok yang dikenal jujur, amanah, dan profesional.

Reputasi itulah yang kemudian sampai kepada saudagar Quraisy, Siti Khadijah, yang mempercayakan barang dagangannya kepada Rasulullah SAW dalam perjalanan ke Syam dengan didampingi Maisarah.

Musyaddad menjelaskan bahwa laporan Maisarah mengenai akhlak Rasulullah SAW menjadi salah satu alasan Khadijah semakin tertarik kepada beliau.

“Itulah yang diceritakan kepada Siti Khadijah. Yang membuat Siti Khadijah tertarik. Dan pada akhirnya kemudian mereka menikah,” ujarnya.

Setelah menikah, Rasulullah SAW meninggalkan Syi’ab Bani Hasyim dan menetap di rumah yang disediakan Khadijah di kawasan Bani Abd Syams.

Karena itu, Maktabah Makkah Al-Mukarramah bukan hanya menjadi bangunan bersejarah di sekitar Masjidil Haram, tetapi juga diyakini sebagai titik awal perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sebelum diutus Allah SWT sebagai penutup para nabi dan rasul.

See also  Ini 4 Barang Bawaan yang Dilarang Dibawa Jemaah Umrah ke Tanah Suci
Tags: makkahmaktabah makkah al mukarramahMasjidil HaramRasulullah SAWsejarah islamtempat kelahiran rasulullah
Previous Post

Viral Bukan Berarti Aman, Kemenhaj Minta Tak Mudah Percaya Artis dan Selebgram Saat Memilih Travel Umrah

Next Post

Wisata Ramah Muslim Jadi Strategi Kemenpar Tingkatkan Daya Saing Pariwisata

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks