MADANINEWS.ID, JAKARTA – Seluruh keberangkatan jemaah umrah rombongan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan mulai dipusatkan di Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini diterapkan secara bertahap sesuai maskapai guna memastikan proses transisi operasional berjalan lancar.
Pemusatan layanan tersebut mengacu pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor SE-DJPU 12 Tahun 2026 tentang Pengaturan Layanan Penumpang Angkutan Udara Haji dan Umrah Melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandar Udara Soekarno-Hatta.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan terminal khusus tersebut telah dipersiapkan untuk memberikan layanan yang lebih nyaman dan terintegrasi bagi jemaah umrah sejak tiba di bandara hingga proses keberangkatan.
“Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F telah dipersiapkan secara optimal untuk melayani kebutuhan jemaah umrah. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, area yang lebih luas, serta dukungan operasional yang dirancang khusus, kami ingin memastikan setiap jemaah memperoleh pelayanan terbaik sejak awal perjalanan ibadahnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).
Dilengkapi Ruang Tunggu hingga Masjid Berkapasitas Besar
Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F memiliki luas 27.418 meter persegi dan telah dilengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan jemaah maupun keluarga yang mengantar.
Fasilitas tersebut meliputi ruang tunggu berkapasitas hingga 3.000 orang serta masjid seluas 3.136 meter persegi yang mampu menampung sekitar 1.000 jemaah.
Selain itu, tersedia 20 konter check-in sehingga proses pelaporan keberangkatan dan drop baggage jemaah umrah dipisahkan dari penumpang reguler. Dengan skema tersebut, proses keberangkatan diharapkan berlangsung lebih cepat, tertib, dan nyaman. Terminal ini juga hanya melayani jemaah haji dan umrah sehingga petugas dapat lebih fokus memberikan pelayanan.
Penerapan Dilakukan Bertahap Sesuai Maskapai
Sesuai Surat Edaran Nomor SE-DJPU 12 Tahun 2026, penerapan layanan terpusat dilakukan melalui skema Split Operation secara bertahap.
Mulai 1 Juli 2026, layanan keberangkatan di Terminal 2F berlaku bagi jemaah umrah rombongan yang menggunakan maskapai Long Air, Hainan Airlines, dan Saudia Airlines.
Selanjutnya, mulai 8 Juli 2026, layanan diperluas untuk jemaah yang menggunakan Scoot dan Turkish Airlines.
Adapun mulai 15 Juli 2026, keberangkatan melalui Terminal 2F juga diberlakukan bagi jemaah yang terbang menggunakan Qatar Airways, Egypt Air, Oman Air, Emirates, dan Etihad Airways.
Heru menjelaskan, penerapan secara bertahap dilakukan agar seluruh proses transisi berjalan optimal sekaligus memberi waktu bagi seluruh pemangku kepentingan menyesuaikan mekanisme pelayanan.
“Penerapan dilakukan secara bertahap agar layanan bagi jemaah umrah berjalan lancar. Kami terus berkoordinasi dengan maskapai, PPIU, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan setiap tahapan dapat berjalan dengan baik,” jelas Heru.
Terminal 2F Terus Disempurnakan
Sebelum menjadi terminal khusus keberangkatan umrah rombongan, Terminal 2F telah lebih dahulu melayani penerbangan charter Lion Air pada 2022. Selanjutnya, terminal ini juga digunakan untuk penerbangan charter dan reguler Garuda Indonesia pada 2025.
Berbagai penyempurnaan fasilitas dan skema operasional terus dilakukan hingga akhirnya Terminal 2F dinilai siap melayani keberangkatan jemaah umrah rombongan dalam skala lebih besar mulai Juli 2026.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama seluruh pemangku kepentingan menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan guna mendukung penyelenggaraan ibadah umrah yang aman, tertib, dan nyaman.
