MADANINEWS.ID, MAKKAH – Menjulang di sisi Masjidil Haram, Zamzam Tower telah lama menjadi salah satu ikon paling dikenal di Kota Makkah. Bagi banyak jemaah, bangunan ini kerap dijadikan penunjuk arah karena mudah terlihat dari berbagai penjuru kota. Namun, di balik jam raksasa yang menjadi ciri khasnya, menara tersebut ternyata menyimpan beragam fungsi yang memadukan arsitektur, astronomi, hingga teknologi.
Bangunan yang secara resmi bernama Makkah Royal Clock Tower itu merupakan bagian dari kompleks Abraj Al Bait. Selain menjadi landmark Kota Makkah, menara ini juga memiliki sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan sejarah peradaban Islam dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Bukan Sekadar Menara Jam
Mengutip Saudi Cultures, Makkah Royal Clock Tower memiliki empat muka jam berukuran raksasa yang dapat dilihat dari berbagai arah di Kota Makkah.
Di balik empat muka jam tersebut ternyata terdapat museum yang mengulas sejarah pembangunan menara, perkembangan ilmu penentuan waktu dalam peradaban Islam, hingga perjalanan ilmu falak.
Museum itu menempati beberapa lantai yang dapat dikunjungi pengunjung. Pada bagian atas bangunan juga tersedia balkon observasi yang menawarkan panorama Kota Makkah dari ketinggian.
Dilengkapi Observatorium Pengamatan Hilal
Fungsi Zamzam Tower tidak berhenti sebagai destinasi wisata dan ikon kota. Di dalam kompleks menara juga terdapat Makkah Time Institute dan Lunar Center, yang menjadi pusat kajian astronomi dan penentuan waktu.
Fasilitas tersebut dilengkapi observatorium dengan teleskop untuk melakukan pengamatan hilal atau bulan sabit muda sebagai penanda awal bulan dalam kalender Hijriah.
Keberadaan observatorium itu menunjukkan bahwa Zamzam Tower turut mendukung pengembangan kajian ilmiah di bidang astronomi Islam.
Dibangun dengan Rekayasa Teknik Khusus
Di balik kemegahannya, pembangunan menara ini juga menyimpan tantangan dari sisi teknik sipil.
Menurut Saudi Cultures, struktur bangunan pada awalnya tidak dirancang sebagai menara jam berukuran raksasa. Gagasan untuk memasang mahkota jam baru muncul ketika proses pembangunan telah berlangsung.
Kondisi tersebut membuat para insinyur harus mendesain ulang bagian atas bangunan tanpa mengubah struktur utama yang sudah berdiri.
Untuk mengatasi tantangan itu, digunakan konstruksi yang lebih ringan sehingga tambahan beban tetap dapat ditopang secara aman.
Hasilnya, Makkah Royal Clock Tower berdiri dengan ketinggian lebih dari 600 meter dan menjadi salah satu gedung tertinggi di dunia sekaligus ikon Kota Makkah.
Material Dirancang Tahan Cuaca Panas
Keunikan lain terdapat pada bagian muka jam yang dihiasi jutaan keping mosaik kaca berwarna emas.
Material tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga dirancang untuk membantu melindungi struktur bangunan dari paparan sinar matahari dan suhu ekstrem yang menjadi karakter iklim Makkah.
Pemanfaatan mosaik kaca menjadi bagian dari rekayasa material agar bangunan mampu bertahan dalam kondisi cuaca panas sepanjang tahun.
Dengan berbagai fasilitas dan teknologi yang dimilikinya, Zamzam Tower tidak hanya menjadi latar pemandangan Masjidil Haram, tetapi juga menghadirkan perpaduan antara arsitektur modern, rekayasa struktur, ilmu material, astronomi, dan teknologi pengukuran waktu.
