MADANINEWS.ID, MAKKAH — Jutaan umat Islam yang melihat Ka’bah setiap tahun mungkin akrab dengan kemegahan kiswah berwarna hitam yang menyelimuti Baitullah. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa ornamen yang menghiasi kiswah tersebut menyimpan makna spiritual mendalam sekaligus menjadi bagian dari warisan seni Islam yang telah dijaga selama berabad-abad.
Dua ornamen yang paling menonjol pada kiswah Ka’bah adalah Samadiyat dan Qanadeel. Keduanya tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga mengandung pesan keagamaan yang kuat serta menunjukkan tingginya keterampilan para pengrajin kiswah.
Samadiyat di Empat Sudut Ka’bah
Samadiyat merupakan salah satu ornamen paling khas yang terdapat pada kiswah Ka’bah.
Ornamen ini dibuat menggunakan benang emas dan perak yang dibordir pada kain sutra dengan pola geometris dan motif floral yang terinspirasi dari tradisi seni Islam.
Samadiyat ditempatkan pada empat sudut Ka’bah dan memuat potongan ayat dari Surah Al-Ikhlas, termasuk lafaz yang mengandung makna “Allah, tempat bergantung segala sesuatu (Al-Samad).”
Keberadaan ornamen tersebut menjadi representasi visual dari nilai tauhid yang menjadi inti ajaran Islam.
Selain memperindah kiswah, Samadiyat juga menjadi simbol yang mengingatkan umat Islam tentang keesaan Allah SWT.
Qanadeel, Penanda bagi Jemaah yang Bertawaf
Selain Samadiyat, terdapat pula ornamen Qanadeel yang berada di bawah sabuk atau hizam kiswah Ka’bah.
Qanadeel dihiasi ayat-ayat Al-Qur’an dan kaligrafi Arab yang ditulis dengan detail dan ketelitian tinggi.
Ornamen ini menjadi salah satu elemen visual paling mudah dikenali pada kiswah Ka’bah.
Selain memiliki nilai estetika, Qanadeel juga berfungsi sebagai penanda visual bagi jemaah yang sedang melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah.
Keberadaannya membuat berbagai bagian kiswah lebih mudah dikenali di tengah kepadatan jemaah yang memadati Masjidil Haram.

Dibuat Melalui Proses yang Rumit
Produksi Samadiyat dan Qanadeel dilakukan di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah.
Pengerjaannya dimulai dari tahap perancangan pola geometris dan kaligrafi, kemudian dilanjutkan dengan pencetakan, penenunan, serta proses bordir menggunakan teknik manual maupun mesin.
Setelah selesai, setiap ornamen dipasang secara hati-hati pada bagian kiswah yang telah ditentukan.
Proses tersebut membutuhkan tingkat presisi tinggi agar seluruh detail kaligrafi, motif, dan bordiran dapat tersusun sempurna.
Warisan Seni Islam yang Terus Dijaga
Keberadaan Samadiyat dan Qanadeel menunjukkan bahwa kiswah Ka’bah bukan hanya kain penutup bangunan suci, tetapi juga karya seni Islam yang sarat makna.
Melalui Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah, Arab Saudi terus menjaga dan mengembangkan warisan tersebut dengan memadukan keterampilan para pengrajin, teknologi modern, dan standar kualitas yang ketat.
Hasilnya adalah kiswah Ka’bah yang tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap Baitullah, tetapi juga menjadi salah satu contoh terbaik perpaduan antara seni Islam, kaligrafi Arab, dan keterampilan tekstil tingkat tinggi yang dikenal di seluruh dunia.
Sumber: Saudi Press Agency
