MADANINEWS.ID, MAKKAH — Bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia, kiswah Ka’bah identik dengan kain hitam yang menyelimuti bangunan suci di Masjidil Haram. Namun, di balik tampilannya yang tampak sederhana, kiswah ternyata merupakan karya seni dan rekayasa yang dibuat dari tujuh jenis kain berbeda dengan fungsi masing-masing.
Setiap tahun, perhatian umat Islam tertuju pada prosesi pergantian kiswah Ka’bah. Di balik kemegahan prosesi tersebut, terdapat proses produksi yang sangat detail dan melibatkan pemilihan material khusus untuk menjaga keindahan sekaligus ketahanan kain penutup Baitullah.
Menurut laporan Kantor Berita Arab Saudi (SPA), kiswah bukanlah selembar kain tunggal, melainkan gabungan tujuh jenis bahan yang disusun dalam satu sistem terintegrasi.
Sutra Hitam Jadi Lapisan Utama
Bahan utama yang paling dikenal adalah sutra hitam yang membentuk lapisan luar kiswah.
Kain inilah yang memberikan tampilan khas Ka’bah yang selama ini dikenal umat Islam di seluruh dunia.
Selain sutra hitam biasa, digunakan pula sutra hitam timbul atau embossed black silk yang menjadi media bagi berbagai kaligrafi ayat Al-Qur’an dan ornamen dekoratif yang menghiasi permukaan kiswah.
Penggunaan bahan tersebut membuat detail tulisan dan motif pada kiswah terlihat lebih menonjol dan elegan.
Ada Katun untuk Menjaga Kekuatan Kain
Pada bagian dalam, kiswah dilengkapi lapisan katun berwarna putih gading yang berfungsi memperkuat struktur kain sekaligus meningkatkan daya tahannya.
Selain itu, terdapat pula katun putih yang digunakan sebagai lapisan tambahan pada beberapa bagian tertentu guna menjaga kestabilan dan kekuatan konstruksi kiswah secara keseluruhan.
Kedua lapisan tersebut berperan penting dalam menjaga kualitas kiswah selama terpasang di Ka’bah sepanjang tahun.
Sutra Merah dan Hijau Punya Fungsi Khusus
Tak hanya hitam dan putih, kiswah Ka’bah juga menggunakan sutra merah pada sejumlah elemen dekoratif dan komponen khusus.
Sementara itu, sutra hijau digunakan pada bagian belakang tirai pintu Ka’bah.
Ada pula sutra hijau timbul yang secara khusus digunakan untuk penutup bagian dalam Ka’bah.
Pemilihan warna dan jenis kain tersebut dilakukan sesuai kebutuhan fungsi masing-masing bagian.
Bukan Sekadar Indah, Tetapi Juga Tahan Lama
Keberagaman material yang digunakan menunjukkan bahwa pembuatan kiswah tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika.
Setiap jenis kain dipilih untuk memenuhi kebutuhan teknis tertentu, mulai dari kekuatan, daya tahan, hingga kemampuan mempertahankan penampilan kiswah selama satu tahun penuh.
Karena itu, proses pembuatan kiswah sering disebut sebagai salah satu karya kerajinan Islam paling rumit dan presisi di dunia.
Gabungan tujuh jenis kain tersebut menjadi bukti tingginya perhatian terhadap kualitas penutup Ka’bah, sekaligus mencerminkan perpaduan antara seni, teknologi, dan keterampilan tinggi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Hasil akhirnya adalah kiswah Ka’bah, salah satu karya tekstil paling ikonik di dunia Islam yang terus menjadi simbol penghormatan terhadap Baitullah dan pusat ibadah umat Muslim sedunia.

