Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Tak Banyak yang Tahu, Perusahaan Indonesia Ini Berperan dalam Perluasan Mataf Ka’bah yang Kini Tampung 105 Ribu Jemaah

Abi Abdul Jabbar Sidik
17 June 2026 | 08:08
rubrik: Haji & Umrah
Tak Banyak yang Tahu, Perusahaan Indonesia Ini Berperan dalam Perluasan Mataf Ka’bah yang Kini Tampung 105 Ribu Jemaah

Proses konstruksi perluasan area Mataf di Masjidil Haram. (foto:dok Waskita)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Jutaan umat Islam dari seluruh dunia setiap tahun memadati Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa di balik luasnya area thawaf yang mengelilingi Ka’bah saat ini, terdapat kontribusi perusahaan konstruksi asal Indonesia.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menjadi salah satu perusahaan yang terlibat dalam proyek renovasi dan perluasan area mataf atau pelataran terbuka yang mengelilingi Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah.

Proyek yang dikerjakan pada 2013 tersebut merupakan bagian dari program perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) dengan nilai kontrak mencapai 59 juta riyal Saudi.

Perluasan mataf dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jemaah yang melaksanakan thawaf di sekitar Ka’bah. Sebelum proyek tersebut dikerjakan, area mataf hanya mampu menampung sekitar 48 ribu jemaah.

Setelah renovasi dan perluasan selesai dilakukan, kapasitas area tersebut meningkat signifikan hingga mampu menampung lebih dari 105 ribu jemaah.

“Sebelumnya mataf hanya dapat menampung 48 ribu jemaah, namun setelah direnovasi bisa memuat hingga lebih dari 105 ribu jemaah. Perluasan mataf ini bagi Waskita bukan sekadar mengerjakan proyek, tapi wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional,” ujar Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Berkontribusi di Kawasan Paling Sakral bagi Umat Islam

Keberadaan area mataf memiliki peran penting dalam mendukung kenyamanan dan keamanan jemaah, terutama saat musim haji ketika jutaan umat Islam berkumpul di Masjidil Haram.

Bahkan pada momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada 16 Juni 2026, kawasan Ka’bah kembali menjadi pusat perhatian umat Islam dunia seiring pelaksanaan pergantian kiswah atau kain penutup Ka’bah.

See also  Masjid Nabawi Catat 40 Juta Kunjungan Jemaah Selama Haji 1446H, Ini Layanan Lengkapnya

Menurut Ermy, keterlibatan Waskita dalam pembangunan kawasan suci tersebut menjadi salah satu bukti kemampuan perusahaan Indonesia untuk bersaing dalam proyek-proyek konstruksi internasional berskala besar.

“Kontribusi Waskita Karya pada pembangunan kawasan suci yang menjadi pusat orientasi ibadah umat Islam dunia merupakan manifestasi dan kompetensi, kredibilitas, dan daya saing Perseroan dalam industri konstruksi global,” tuturnya.

“Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan konstruksi terkemuka dengan portofolio yang mencakup bangunan gedung, fasilitas publik, infrastruktur konektivitas, transportasi udara, serta infrastruktur sumber daya air di berbagai wilayah,” sambung Ermy.

Tak Hanya Masjidil Haram

Keterlibatan Waskita di Arab Saudi ternyata tidak berhenti pada proyek perluasan mataf Masjidil Haram.

Perseroan sebelumnya juga mengerjakan pembangunan King Saud Fitness College pada 2011 dengan nilai kontrak 16 juta riyal Saudi.

“Lalu King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009 senilai 50 juta riyal Saudi,” ungkap Ermy.

Selain itu, Waskita juga terlibat dalam pembangunan King Abdullah Financial District (KAFD) yang memiliki 31 lantai pada periode 2010 hingga 2012.

Sejumlah proyek lain yang pernah dikerjakan antara lain Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah.

Arab Saudi Jadi Pasar Strategis

Waskita menegaskan Arab Saudi masih menjadi salah satu pasar prioritas dalam strategi ekspansi internasional perusahaan.

Menurut Ermy, keberadaan perusahaan secara resmi di Arab Saudi yang didukung perizinan operasional lengkap menjadi modal penting untuk mengikuti berbagai proyek konstruksi berskala global di masa mendatang.

“Arab Saudi merupakan salah satu pasar prioritas dalam strategi pertumbuhan internasional Waskita Karya. Keberadaan Perseroan secara resmi di negara tersebut yang didukung perizinan operasional yang lengkap, mencerminkan kesiapan Waskita Karya untuk bersaing dan berkolaborasi dalam berbagai proyek konstruksi berkelas dunia, sekaligus memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan konstruksi Indonesia yang berdaya saing global,” tutupnya.

See also  BPJPH Kenalkan Produk Halal UMKM Indonesia di Makkah
Tags: KabahmakkahMasjidil Harammatafperluasan masjidil haramperusahaan bumnwaskita karya
Previous Post

BSI Siapkan Ekspansi ke Jeddah, Bidik Potensi Besar Ekosistem Haji dan Umrah

Next Post

Ka’bah Kenakan Kiswah Baru Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Dibuat 11 Bulan dengan Benang Emas 24 Karat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks