IBADAH.ID, JAKARTA – Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII), Nasrullah Larada, mengatakan peta pemilih 2019 akan didominasi oleh kalangan generasi milenial dan perkotaan atau Islam modernis.
Dengan kata lain, siapapun calon presiden (capres)-nya jika tidak memanfaatkan potensi pemilih di kalangan itu, maka terancam secara serius mengalami kekalahan.
“Jokowi dengan seabrek dukungan dari parpol, belum memberi rasa aman jika mengambil cawapres dari kalangan generasi tua usia 65-70 tahunan, dan bukan dari kalangan Islam modernis yang nota bene melek IT/medsos. Dia akan ditinggal pemilih atau dukungan,” kata Nasrullah, di Jakarta, Kamis (2/8).
Sebaliknya, lanjut Nasrullah, Prabowo juga akan mengalami kesulitan jika memandang sebelah mata calon wakil presiden (cawapres dari generasi muda di bawah 60 tahun, Islam modernis, dan luar Jawa. Dia dikuatirkan akan kehilangan daya magnetnya pula.
“Prabowo berpotensi menjadi lawan tanding Jokowi jika didampingi cawapres dari Islam modernis dan luar Jawa. Ustad A Somad dan Zulkifli Hasan menjadi lawan yang dapat mempersulit posisi Jokowi jika digandeng oleh Prabowo,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, semua cawapres itu merepresentasikan kalangan generasi muda/milenial, Islam modernis, dan kuktural, serta luar jawa.
Sebaliknya, Jokowi akan dengan mudah memenangkan pertarungan Pilpres 2019 jika menggandeng cawapres dari kalangan Islam modernis, perkotaan, dan ekonom/pelaku bisnis mengingat kondisi ekonomi saat ini sedang amburadul. Tio/ Kontributor
