Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Mengapa Tahun Baru Islam Dimulai 1 Muharram? Ternyata Ini Sejarahnya

Abi Abdul Jabbar Sidik
15 June 2026 | 14:00
rubrik: Islam Digest, Khazanah Islam
Mengapa Tahun Baru Islam Dimulai 1 Muharram? Ternyata Ini Sejarahnya
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Setiap kali memasuki 1 Muharram, umat Islam di berbagai penjuru dunia memperingati datangnya Tahun Baru Hijriah. Namun di balik pergantian tahun tersebut, tersimpan sejarah panjang yang tidak hanya berkaitan dengan penanggalan, tetapi juga salah satu peristiwa paling monumental dalam perjalanan Islam: hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.

Kalender Hijriah yang digunakan umat Islam saat ini ternyata tidak langsung ada sejak masa Nabi Muhammad SAW. Sistem penanggalan tersebut baru ditetapkan beberapa tahun setelah wafatnya Rasulullah SAW, tepatnya pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA.

Lalu bagaimana awal mula kalender Hijriah ditetapkan? Mengapa peristiwa hijrah dipilih sebagai titik awal perhitungan tahun Islam? Dan mengapa Muharram dijadikan bulan pertama, padahal Rasulullah SAW berhijrah bukan pada bulan tersebut?

Saat Umat Islam Belum Mengenal Hitungan Tahun

Pada masa Rasulullah SAW dan pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, umat Islam belum memiliki sistem kalender resmi yang mencantumkan hitungan tahun seperti yang dikenal saat ini.

Dalam berbagai urusan administrasi, surat-menyurat, maupun dokumen resmi, masyarakat Arab umumnya hanya menyebut nama bulan tanpa mencantumkan angka tahun secara spesifik.

Kala itu, masyarakat Arab lebih sering menggunakan peristiwa-peristiwa besar sebagai penanda waktu. Misalnya Tahun Gajah (‘Am al-Fil), perang besar, atau peristiwa penting lainnya yang dianggap mudah diingat oleh masyarakat.

Salah satu contoh paling terkenal adalah tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai Tahun Gajah karena bertepatan dengan peristiwa penyerangan Ka’bah oleh pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah.

Namun seiring meluasnya wilayah Islam dan semakin kompleksnya sistem pemerintahan, kebutuhan akan kalender yang lebih teratur menjadi semakin mendesak.

Surat dari Basrah yang Mengubah Sejarah

Sejarah mencatat, gagasan penyusunan kalender Islam muncul pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA sekitar tahun 17 Hijriah atau 638 Masehi.

See also  Pelaksanaan Ibadah Haji Sebelum Datangnya Islam, Bodoh dan Sangat Keji

Saat itu, Gubernur Basrah Abu Musa Al-Asy’ari RA mengirim surat kepada Umar bin Khattab. Ia menyampaikan keluhan mengenai surat-surat resmi dari pusat pemerintahan yang hanya mencantumkan bulan tanpa menyebutkan tahun.

Kondisi tersebut menimbulkan kebingungan dalam urusan administrasi dan pemerintahan karena sulit menentukan kapan sebuah keputusan atau instruksi diterbitkan.

Menerima masukan tersebut, Umar bin Khattab kemudian mengumpulkan para sahabat Rasulullah SAW untuk bermusyawarah mencari solusi terbaik bagi umat Islam.

Mengapa Peristiwa Hijrah yang Dipilih?

Dalam musyawarah tersebut, muncul berbagai usulan mengenai peristiwa yang layak dijadikan titik awal kalender Islam.

Sebagian sahabat mengusulkan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebagian lainnya mengusulkan tahun ketika beliau menerima wahyu pertama atau tahun wafatnya Rasulullah SAW.

Namun setelah melalui pembahasan panjang, para sahabat sepakat memilih peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai awal penanggalan Islam.

Pilihan tersebut dianggap paling tepat karena hijrah menjadi titik balik penting dalam sejarah Islam. Melalui hijrah, umat Islam tidak lagi sekadar menjadi komunitas kecil yang tertindas di Makkah, tetapi mulai membangun masyarakat yang mandiri serta pemerintahan yang kuat di Madinah.

Tentang keputusan tersebut, Khalifah Umar bin Khattab berkata:

“Hijrah memisahkan antara yang hak dan yang batil. Maka jadikanlah hijrah sebagai awal penanggalan.”

Sejak saat itu, sistem penanggalan umat Islam dikenal dengan nama Kalender Hijriah, yang berasal dari kata “hijrah”.

Mengapa Awal Tahun Ditetapkan pada 1 Muharram?

Menariknya, meskipun kalender Islam didasarkan pada peristiwa hijrah, Rasulullah SAW sebenarnya tidak berhijrah pada bulan Muharram.

Berdasarkan berbagai catatan sejarah, Nabi SAW mulai meninggalkan Makkah pada bulan Safar dan tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal.

See also  10 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Muharram, dari Hijrah Nabi hingga Tragedi Karbala

Lalu mengapa kalender Hijriah justru dimulai pada 1 Muharram?

Para sahabat memiliki sejumlah pertimbangan penting ketika menetapkan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam.

1. Muharram Datang Setelah Musim Haji

Bulan Dzulhijjah merupakan puncak ibadah haji yang menjadi salah satu rukun Islam.

Setelah kaum Muslimin menyelesaikan rangkaian ibadah haji, Muharram hadir sebagai awal lembaran baru. Karena itu, bulan ini dianggap paling tepat untuk menjadi awal perhitungan tahun.

2. Tekad Hijrah Berawal dari Muharram

Para ulama menjelaskan bahwa semangat dan keputusan untuk berhijrah mulai menguat setelah terjadinya Baiat Aqabah yang berlangsung pada musim haji.

Sejak saat itu, kaum Muslimin mulai mempersiapkan perpindahan menuju Madinah. Dengan kata lain, meskipun perjalanan hijrah berlangsung pada bulan Safar, tekad dan perencanaannya telah dimulai sejak Muharram.

3. Sudah Dikenal Sebagai Bulan Pertama

Sebelum Islam datang, masyarakat Arab telah mengenal Muharram sebagai salah satu bulan penting dalam sistem penanggalan mereka.

Karena itu, menjadikan Muharram sebagai bulan pertama kalender Islam lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.

4. Termasuk Bulan yang Dimuliakan Allah SWT

Muharram juga memiliki keistimewaan tersendiri karena termasuk salah satu dari empat bulan haram (Asyhurul Hurum) yang dimuliakan Allah SWT.

Tiga bulan lainnya adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Kemuliaan tersebut menjadikan Muharram sebagai simbol yang tepat untuk membuka perjalanan baru dalam satu tahun Hijriah.

Muharram dan Makna Hijrah bagi Umat Islam

Lebih dari sekadar pergantian angka dalam kalender, Tahun Baru Hijriah sejatinya mengingatkan umat Islam pada makna hijrah yang sesungguhnya.

Hijrah bukan hanya berpindah tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat. Hijrah juga bermakna berpindah dari keburukan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju ketaatan, serta dari dosa menuju taubat.

See also  Fakta Dewi Yukha Nida, Hafidzah asal Trenggalek Juara MTQ Internasional Rusia

Karena itulah, setiap datangnya 1 Muharram menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan memulai tahun baru dengan semangat yang lebih baik dalam beribadah maupun menjalani kehidupan sehari-hari.

Kalender Hijriah yang lahir dari peristiwa hijrah akhirnya bukan sekadar alat penanda waktu. Ia menjadi pengingat abadi tentang perjuangan, pengorbanan, dan transformasi besar yang pernah mengubah sejarah Islam untuk selamanya.

Tags: 1 muharramhijrah rasulullahkalender HijriyahMuharramsejarah islamtahun baru islamumar bin khattab
Previous Post

Jangan Lewatkan! Ini Amalan Paling Utama di Bulan Muharram Menurut Hadis

Next Post

10 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Muharram, dari Hijrah Nabi hingga Tragedi Karbala

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks