MADANINEWS.ID, MAKKAH — Pemerintah mulai memfokuskan perhatian pada kelancaran fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi ke Tanah Air. Seiring bertambahnya jumlah jemaah yang kembali, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan bagasi, termasuk larangan membawa air zamzam di dalam koper.
Hingga Rabu (3/6/2026), proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama terus berlangsung melalui sejumlah bandara di Arab Saudi.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa sebanyak 28 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan menuju Indonesia.
“Dari jumlah itu, 19 kloter telah tiba di Tanah Air dengan 7.512 jemaah dan 76 petugas. Total jemaah dan petugas yang telah tiba di Indonesia sebanyak 7.588 orang,” ujar Ichsan di Makkah, Rabu (3/6/2026).
Secara keseluruhan, jumlah jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan dari Arab Saudi mencapai 11.120 orang, terdiri atas 11.008 jemaah dan 112 petugas.
Sementara itu, untuk jemaah haji khusus, tercatat sebanyak 6.002 jemaah dan 286 petugas telah kembali ke Indonesia, sehingga total mencapai 6.288 orang.
Sejumlah Penerbangan Alami Keterlambatan
Di tengah berlangsungnya proses pemulangan, sejumlah penerbangan jemaah haji Indonesia dari Terminal Haji Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dilaporkan mengalami keterlambatan pada hari kedua masa kepulangan.
Penerbangan yang terdampak meliputi rute Surabaya dengan nomor penerbangan SV5160, SV5162, dan SV5166, serta rute Jakarta melalui penerbangan SV5164 dan SV5172.
“Berdasarkan pemberitahuan Hajj Terminal Management, keterlambatan terjadi karena kepadatan operasional bandara. Pada periode ini, jemaah haji dari berbagai negara juga memiliki jadwal kepulangan yang bersamaan,” jelas Ichsan.
Menurutnya, Kemenhaj melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna meminimalkan dampak keterlambatan terhadap jemaah.
Koordinasi dilakukan bersama petugas Daerah Kerja Bandara, maskapai penerbangan, syarikah, naqabah, dan pengelola terminal.
PPIH juga meminta maskapai memenuhi hak layanan jemaah yang mengalami waktu tunggu panjang, termasuk penyediaan makanan dan minuman apabila keterlambatan melebihi enam jam.
“Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah yang terdampak. Kami mengimbau jemaah tetap tenang, menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan berkoordinasi dengan ketua kloter maupun petugas di lapangan,” tuturnya.
Bagasi Dibatasi, Zamzam Dilarang Masuk Koper
Memasuki fase kepulangan, Kemenhaj kembali mengingatkan jemaah agar mematuhi ketentuan barang bawaan yang berlaku dalam penerbangan internasional.
Setiap jemaah hanya diperkenankan membawa tas paspor, satu koper kabin dengan berat maksimal 7 kilogram, dan satu koper bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram.
“Kami masih menemukan jemaah membawa barang melebihi ketentuan. Kepatuhan ini penting agar proses pemeriksaan, boarding, dan penerbangan berjalan lancar,” tegasnya.
Selain pembatasan berat bagasi, Ichsan juga mengingatkan bahwa air zamzam tidak boleh dimasukkan ke dalam koper kabin maupun koper bagasi.
Sebagai gantinya, setiap jemaah akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter di debarkasi masing-masing setelah tiba di Indonesia.
Jemaah Diimbau Jaga Kesehatan
Di sisi lain, layanan bus shalawat kembali beroperasi untuk melayani mobilitas jemaah yang masih berada di Makkah dan ingin melaksanakan umrah maupun beribadah di Masjidil Haram.
Saat ini, layanan tersebut didukung oleh 421 bus yang melayani 25 rute berbeda.
Ichsan juga mengingatkan bahwa suhu udara di Makkah masih cukup tinggi sehingga jemaah perlu menjaga kondisi fisik selama menunggu jadwal kepulangan.
“Kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas. Jemaah diimbau memperbanyak minum air putih, makan teratur, beristirahat cukup, dan menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel,” kata Ichsan.
Kemenhaj turut mengajak seluruh ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, serta sesama jemaah untuk memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.
“Mari menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Semoga Allah SWT menerima ibadah jemaah haji Indonesia dan menjadikan mereka haji yang mabrur serta hajjah yang mabruroh,” tandas Ichsan.
