MADANINEWS.ID, JEDDAH – Pemerintah kembali mengingatkan jemaah haji Indonesia yang akan pulang ke Tanah Air agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Larangan tersebut menjadi salah satu aturan penting yang wajib dipatuhi selama fase pemulangan jemaah dari Arab Saudi.
Peringatan itu disampaikan seiring dimulainya proses kepulangan jemaah haji Indonesia yang dilakukan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaff menegaskan bahwa air zamzam tidak diperbolehkan dibawa di dalam koper karena bertentangan dengan ketentuan penerbangan yang berlaku.
“Kami menegaskan kembali kepada seluruh jamaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin,” ujar Maria Assegaff di Jakarta, Selasa.
Menurut Maria, pelanggaran terhadap aturan tersebut tidak hanya berpotensi menghambat proses pemeriksaan keamanan, tetapi juga dapat menyebabkan koper jemaah dibuka oleh petugas bandara.
“Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara. Petugas bandara bakal membuka paksa koper yang kedapatan menyimpan air zamzam,” katanya.
Zamzam Sudah Disiapkan di Tanah Air
Pemerintah memastikan seluruh jemaah haji Indonesia tetap akan menerima air zamzam melalui jalur distribusi resmi yang telah disiapkan.
Karena itu, jemaah tidak perlu membawa air zamzam sendiri dari Arab Saudi.
Setiap anggota jemaah haji Indonesia akan memperoleh satu galon air zamzam berisi 5 liter yang dibagikan di debarkasi masing-masing setelah tiba di Indonesia.
Distribusi tersebut dilakukan sesuai mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jamaah akan menerima 1 galon berisi 5 liter di debarkasi masing-masing. Jadi, tidak perlu membawa zamzam di koper,” ujarnya.
Pemulangan Jemaah Mulai Berlangsung
Fase pemulangan jemaah haji Indonesia kini telah dimulai secara bertahap.
Pada Senin (1/6), sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Pemerintah berharap proses pemulangan dapat berjalan lancar dengan dukungan kedisiplinan jemaah dalam mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan.
Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada jemaah Indonesia yang dinilai telah menunjukkan sikap tertib selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
“Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji,” kata dia.
Jemaah Diminta Siapkan Dokumen Perjalanan
Selain mengingatkan soal larangan membawa air zamzam di koper, pemerintah juga meminta jemaah mempersiapkan seluruh kebutuhan perjalanan sebelum keberangkatan menuju bandara.
Jemaah diimbau mengikuti jadwal pergerakan yang telah ditentukan serta mematuhi arahan petugas di hotel, selama perjalanan menuju bandara, hingga saat penerbangan kembali ke Indonesia.
Perhatian khusus juga diminta diberikan terhadap dokumen dan barang-barang penting yang akan digunakan selama perjalanan pulang.
“Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dokumen penting, serta barang-barang yang diperlukan selama perjalanan tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau,” kata dia.
Pemerintah berharap kepatuhan terhadap berbagai ketentuan tersebut dapat mempercepat proses pemeriksaan keamanan sekaligus mendukung kelancaran pemulangan jemaah haji ke Tanah Air.
