MADANINEWS.ID, JEDDAH – Kelalaian jemaah haji saat proses kedatangan di Arab Saudi masih kerap terjadi. Petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) Daerah Kerja (Daker) Bandara mencatat berbagai barang milik jemaah Indonesia tertinggal di sejumlah titik Bandara King Abdulaziz, Jeddah, mulai dari koper besar, kursi roda, jam tangan, hingga kartu Nusuk yang menjadi dokumen penting selama ibadah haji.
Petugas kini bergerak mengamankan barang-barang tersebut dan menyiapkan proses pengembalian ke pemiliknya di Makkah agar jemaah bisa kembali fokus menjalankan ibadah tanpa terganggu persoalan barang hilang.
Linjam Daker Bandara, Lettu Inf Abdul Azis Budi Hasbullah, mengatakan dalam sepekan terakhir timnya menemukan cukup banyak barang tercecer milik jemaah.
“Rencana kami akan berangkat menuju ke Makkah, Daker Makkah, untuk mengembalikan beberapa item barang yang tercecer di bandara. Dalam satu minggu ini, barang yang besar itu kami dapatkan koper besar, kemudian ada juga kursi roda,” ujar Abdul Azis saat ditemui di Jeddah, Rabu (13/5).
Banyak Tertinggal di X-Ray, Toilet, hingga Pesawat
Tak hanya barang berukuran besar, petugas juga menemukan sejumlah barang kecil yang justru sangat vital bagi jemaah.
Barang-barang tersebut ditemukan di area plaza bandara, kamar mandi, area pemeriksaan X-ray, hingga kursi pesawat.
“Ada beberapa kartu tanda pengenal jemaah dan dua buah kartu Nusuk, jam tangan, dan beberapa kacamata. Ini rata-rata item kecil tertinggal di plaza, baik itu di kamar mandi saat mereka ke toilet. Untuk kartu Nusuk, ada juga yang tertinggal di X-ray. Ada beberapa item barang yang tertinggal di kursi pesawat,” katanya.
Kartu Nusuk menjadi salah satu barang yang paling krusial karena berkaitan dengan mobilitas dan akses layanan jemaah selama berada di Arab Saudi.
Barang Akan Dikembalikan ke Pemilik di Makkah
Abdul Azis menjelaskan proses pengembalian dilakukan melalui koordinasi antara Linjam Daker Bandara dan Linjam Daker Makkah.
Petugas mengidentifikasi pemilik barang berdasarkan data sektor dan kelompok terbang (kloter), lalu menyerahkan barang temuan ke petugas di Makkah untuk diteruskan kepada pemilik.
“Untuk teknisnya, kami akan serah terimakan ke Linjam Daker Makkah. Kami berkoordinasi dengan Linjam Daker Makkah, bila ada yang kami temukan langsung kami share dan mengecek di mana posisi sektor pemilik kartu Nusuk ini,” jelasnya.
Terkait kartu Nusuk yang hilang, Abdul Azis menyebut jemaah tidak perlu terlalu panik selama data mereka sudah terverifikasi dalam sistem.
“Apabila kartu Nusuk ini sudah terverifikasi online, maka tetap dapat melaksanakan kegiatan umrah wajib,” imbuhnya.
Jemaah Diminta Lebih Teliti
Untuk mencegah kejadian serupa, petugas mengingatkan jemaah agar lebih disiplin memeriksa barang bawaan, terutama dokumen penting.
Pengecekan disarankan dilakukan saat masih di pesawat, setelah pemeriksaan X-ray, sebelum meninggalkan area plaza, hingga sebelum naik kendaraan menuju tujuan berikutnya.
“Imbauan kepada seluruh jemaah agar senantiasa mengecek barang bawaan, terutama paspor pada saat di pesawat dan kartu Nusuk. Pada saat keluar dari bandara di X-ray, dicek kembali barang penting tersebut. Terakhir, sebelum meninggalkan plaza, cek barang-barangnya dan terutama di kendaraan, jangan sampai ada yang tertinggal,” pungkasnya.
