Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Suhu Saudi Capai 45 Derajat, Dokter Kasih Tips agar Jamaah Tetap Aman Beribadah

Abi Abdul Jabbar Sidik
12 May 2026 | 09:00
rubrik: Haji & Umrah
Suhu Saudi Capai 45 Derajat, Dokter Kasih Tips agar Jamaah Tetap Aman Beribadah

Cuaca Arab Saudi saat Musim Haji diperkirakan mencapai 45 Derajat. Agar dapat tetap aman dan nyaman beraktifitas diluar ruangan, jemaah diminta memperhatikan tips berikut. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi ancaman serius bagi kesehatan jamaah haji Indonesia. Dengan suhu yang bisa menembus 45 derajat Celsius, risiko dehidrasi hingga heat stroke meningkat, terutama bagi jamaah yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. A. Yasmin Syauki, M.Sc., Sp.GK(K), MHPE mengingatkan kondisi cuaca di Tanah Suci jauh lebih ekstrem dibandingkan Indonesia, sehingga tubuh jamaah membutuhkan adaptasi ekstra.

“Risiko kesehatan yang paling sering bisa dialami oleh jamaah haji saat ini, yaitu di Tanah Suci, baik di Madinah maupun di Makkah, itu adalah dehidrasi dan heat stroke,” kata Yasmin dilansir ANTARA, Selasa (12/4).

Menurut Yasmin, suhu tinggi di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah Indonesia yang tidak terbiasa menghadapi panas ekstrem.

“Karena suhu yang ekstrem, di mana di Indonesia itu kita tidak pernah mengalami suhu yang sangat ekstrem, misalnya suhu panas itu bisa sampai 40 derajat hingga 42, 41, 45 bahkan bisa ya,” ujarnya.

Jangan Tunggu Haus untuk Minum

Yasmin menekankan pentingnya menjaga hidrasi tubuh secara konsisten, bahkan ketika rasa haus belum muncul.

Menurut dia, rasa haus bukan satu-satunya tanda tubuh membutuhkan cairan.

“Pertama adalah kita menjaga asupan cairan kita, dengan tetap mengonsumsi air putih walaupun itu tidak haus,” katanya.

Ia menyarankan jamaah membiasakan konsumsi air putih secara bertahap sepanjang hari.

Setelah makan pagi, makan siang, dan makan malam, jamaah dianjurkan mengonsumsi satu hingga dua gelas air putih.

“Setelah makan pagi, makan siang, dan makan malam, kita minum air putih secukupnya satu gelas, bisa dua gelas,” ujarnya.

Asupan cairan juga tetap perlu dijaga di sela waktu makan.

See also  Tak Muat di Bagasi? Jemaah Haji Kini Bisa Kirim Oleh-oleh dari Makkah Mulai 22 SAR per Kg

“Kemudian, di antara makan pagi ke makan siang, kita juga minum air putih satu sampai dua gelas. Di antara makan siang dan makan malam, kita konsumsi air putih juga satu sampai dua gelas,” katanya.

Selain air putih, buah-buahan juga dianjurkan sebagai sumber cairan tambahan.

“Kemudian, kita bisa mengonsumsi buah-buahan juga di antara makan pagi ke makan siang, makan siang ke makan malam, atau setelah makan malam. Sehingga kecukupan cairan kita itu tetap terjaga,” ujarnya.

Hindari Aktivitas Saat Matahari Terik

Selain menjaga cairan tubuh, Yasmin mengingatkan jamaah untuk membatasi aktivitas luar ruangan saat suhu berada di puncaknya.

“Hindari berada di luar ruangan pada saat matahari sangat terik, misalnya di jam 12 siang hari. Itu hindari berada di luar ruangan, sebaiknya di dalam ruangan,” katanya.

Ia menyarankan jamaah memanfaatkan area tertutup seperti masjid, hotel, atau pusat perbelanjaan untuk beristirahat sementara dari paparan panas.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, perlindungan tambahan sangat dianjurkan.

“Jika bepergian di luar ruangan, maka sebaiknya memakai kacamata dan memakai masker. Karena pada saat kita berada di luar ruangan, maka udara sangat panas,” ujarnya.

Yasmin juga menyarankan jamaah menyemprotkan air ke wajah secara berkala untuk membantu tubuh tetap nyaman saat menghadapi suhu panas tinggi.

Menurut dia, saran tersebut juga lahir dari pengalaman langsung saat menjalankan ibadah haji tahun lalu.

“Karena alhamdulillah tahun lalu saya juga menjalani ibadah haji, dan suhunya hampir sama dengan tahun ini. Maka saya juga merasakan bahwa hawa sangat panas ketika kita berada di luar ruangan,” katanya.

Tags: cuaca makkahcuaca panas hajihaji 2026heat stroke
Previous Post

Arab Saudi Ubah Sistem Umrah, Semua Kontrak Kini Serba Digital

Next Post

Selain Living Cost, Jemaah Haji Aceh Dapat Dana Wakaf Baitul Asyi 2000 Riyal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks