MADANINEWS.ID, MAKKAH – Di tengah megahnya bangunan yang mengelilingi Masjidil Haram, tersimpan satu jejak sejarah yang kerap luput dari perhatian banyak jemaah. Di salah satu sudut kawasan suci Makkah, terdapat sebuah lokasi yang diyakini sebagai tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW—sosok yang membawa risalah Islam ke seluruh dunia.
Tempat itu kini tidak lagi berupa rumah sederhana sebagaimana pada masa lampau. Lokasi yang diyakini sebagai rumah kelahiran Rasulullah SAW tersebut telah lama dialihfungsikan menjadi perpustakaan umum yang dikenal sebagai Maktabah Makkah Al-Mukarramah.
Bagi banyak Muslim, lokasi ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan pengingat bahwa di kota inilah perjalanan sejarah Islam bermula.
Rumah Tempat Nabi Muhammad SAW Dilahirkan
Dalam sejumlah catatan sejarah Islam, lokasi tersebut disebut sebagai rumah milik Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW.
Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW diyakini dilahirkan sekitar tahun 570 M.
Dinukil dari buku Situs-Situs dalam Al-Qur’an karya Syahruddin El-Fikri, berdasarkan pendapat Caussin de Percevel dalam Essay sur l’Historie des Arabes, Husein Haykal menyebut Nabi Muhammad lahir di Kota Makkah pada Agustus 570 M.
Rumah itu kemudian dikenal luas sebagai salah satu titik sejarah penting dalam perjalanan kenabian.
Namun seiring waktu, fungsi bangunan berubah.
Alih-alih dijadikan situs kunjungan religius, bangunan tersebut kemudian dijadikan perpustakaan publik.
Sebagian catatan menyebut keputusan itu diambil untuk menghindari potensi pengkultusan atau pemujaan terhadap lokasi yang dianggap memiliki nilai historis tinggi.
Dari Rumah Tinggal hingga Menjadi Perpustakaan
Dalam catatan Sirah Nabawiyah, lokasi kelahiran Nabi Muhammad SAW itu dahulu dikenal sebagai kawasan lembah Abu Thalib.
Setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, rumah tersebut disebut sempat ditempati oleh Aqil bin Abi Thalib, lalu diteruskan oleh keturunannya.
Dalam perjalanan sejarah berikutnya, rumah itu disebut dibeli oleh Al-Khaizuran, ibu dari Khalifah Harun al-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah.
Di lokasi tersebut kemudian pernah berdiri sebuah masjid sebelum akhirnya berubah fungsi menjadi perpustakaan.
Bangunan perpustakaan yang kini dikenal sebagai Maktabah Makkah Al-Mukarramah disebut dibangun pada era modern.
Secara fisik, bangunan ini tampak jauh lebih sederhana dibandingkan kompleks bangunan modern di sekitarnya.
Ukurannya disebut sekitar 10 x 18 meter.
Di bagian atas bangunan tertulis nama Maktabah Makkah al-Mukarramah, yang menjadi penanda lokasi tersebut.
Lokasinya Dekat Jalur Jemaah
Posisi bangunan ini berada di kawasan yang masih dekat dengan aktivitas jemaah menuju Masjidil Haram.
Di sekitarnya terdapat area yang kerap dilalui masyarakat maupun jemaah haji dan umrah.
Disebut pula lokasinya berdekatan dengan area pengambilan air zamzam.
Meski memiliki nilai sejarah tinggi, akses ke bangunan tersebut tidak selalu terbuka.
Dalam sejumlah kesempatan, bangunan dilaporkan berada dalam kondisi tertutup.
Hal ini dikaitkan dengan kehati-hatian otoritas setempat untuk mencegah praktik yang berpotensi mengarah pada pengkultusan tempat.
Bagi umat Islam, Makkah bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga ruang sejarah yang menyimpan banyak jejak penting perjalanan Rasulullah SAW.
Lokasi yang diyakini sebagai rumah kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu pengingat bagaimana Islam bermula dari tempat yang sederhana, sebelum kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Di tengah modernisasi kawasan Masjidil Haram, keberadaan bangunan ini tetap menjadi penanda sejarah yang menghubungkan masa kini dengan jejak awal peradaban Islam.
