MADANINEWS.ID, JAKARTA – Tradisi walimatus safar haji menjadi bagian yang lekat dalam masyarakat Muslim Indonesia menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Momen ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarat dengan doa dan harapan agar perjalanan ibadah berjalan lancar dan penuh keberkahan.
Mengacu pada buku Ensiklopedia Fiqih Haji dan Umrah karya Gus Arifin, walimatus safar berasal dari kata walimahatau walaim yang berarti jamuan atau kenduri.
Tradisi ini tidak ditemukan dalam praktik Islam pada masa awal, namun mulai berkembang sekitar tahun 1970-an di Indonesia sebagai bentuk syukuran sebelum keberangkatan haji.
Biasanya, calon jemaah mengundang keluarga, kerabat, dan tetangga untuk menghadiri doa bersama yang dipimpin oleh ustaz. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama sebagai ungkapan terima kasih.
Doa Walimatus Safar Haji
Dalam pelaksanaannya, walimatus safar diisi dengan pembacaan Al-Qur’an, sholawat, dan doa safar. Berikut bacaan doa yang umum dibaca:
1. Doa Safar
زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Latin: Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.
Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kau berada.”
2. Doa Perlindungan dalam Perjalanan
فِيْ حِفْظِ اللهِ وَكَنفِهِ وَزَوَّدَكَ اللَهَ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَوَجَّهَكَ لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا كُنْتَ
Latin: Fi hifzhillahi wa fi kanafihi wa zawwadakallahuttaqwa wa ghafara dzanbaka wa wajjahaka ilal-khairi haitsu kunta wa aina ma kunta.
Artinya: “Semoga engkau dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah SWT dan semoga Allah SWT memberikan perbekalan takwa kepadamu, mengampuni dosa-dosamu, dan membimbingmu kepada kebaikan di mana pun engkau berada.”
Dasar Doa Safar dalam Islam
Doa safar memiliki dasar dari hadis Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT saat melakukan perjalanan.
Dalam salah satu riwayat disebutkan:
“Muslim yang berkumpul di suatu majelis membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an Al-Karim dan mengadakan majelis ilmu, Allah akan menurunkan rahmat kepada mereka.” (HR Muslim)
Hukum Walimatus Safar
Mengacu pada buku 100+ Kesalahan dalam Haji & Umrah karya Nasaruddin Umar dan Indriya R. Dani, walimatus safar memiliki hukum sunnah.
Artinya, pelaksanaannya dianjurkan dan bernilai pahala, namun tidak berdosa jika ditinggalkan.
Nilai ibadah dalam kegiatan ini berasal dari:
- Pembacaan ayat Al-Qur’an
- Lantunan sholawat
- Doa bersama
- Silaturahmi antar sesama Muslim
Makna Spiritual Walimatus Safar
Lebih dari sekadar tradisi, walimatus safar memiliki makna mendalam sebagai bentuk:
- Permohonan keselamatan selama perjalanan
- Persiapan mental dan spiritual sebelum haji
- Ungkapan syukur atas kesempatan berhaji
- Penguatan hubungan sosial melalui doa dan silaturahmi
Dengan demikian, walimatus safar menjadi momentum penting bagi calon jemaah untuk memulai perjalanan suci dengan hati yang tenang, niat yang lurus, serta dukungan penuh dari keluarga dan masyarakat.
