“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”, (HR. Al-Bukhari)
IBADAH.ID, JAKARTA – Mempelajari Al-Quran dan memahami kandungan serta pesan-pesan yang ada di dalamnya merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim di dunia. Sebagai sandaran hidup, Al-Quran mengandung semua petunjuk yang diperlukan umat muslim untuk bisa sukses di dunia maupun akhirat.
Tak dipungkiri lagi, populasi umat muslim di Indonesia adalah yang terbesar di seluruh dunia. Akan tetapi, dengan populasinya yang mayoritas tersebut sangat disayangkan banyak sekali umat muslim yang masih belum bisa dan fasih dalam membaca Al-Quran.
Bagaimana mungkin bisa meraih kesuksesan dunia akhirat jika sandaran hidupnya saja tak bisa dibaca dan dimengerti. Bahakan ironisnya, Al-Quran yang rata-rata ada di setiap rumah para pemeluk agama Islam hanya disimpan dan menjadi pajangan saja tanpa pernah dibaca sedikitpun.
Setidaknya hal itulah yang mendasari berdirinya Rumah Al-Quran HIMPUH (RQ HIMPUH) yang digagas oleh Djajang Sudrajat dan Saiful Siddiq pada 11 April 2017 lalu. Selain sebagai wadah untuk belajar Al-Quran, juga diharapkan menjadi sebuah pola dakwah alternatif bagi masyarakat yang memiliki cita-cita menjadi mata air atas dahaga spiritual umat. Artinya, Rumah Al-Quran ini merupakan media bagi masyarakat yang ingin mempelajari Al-Quran dari hal paling mendasar hingga mempelajari kandungan Al-Quran untuk menjadi petunjuk kehidupan.
Untuk bisa mengerti pesan-pesan yang terkandung dalam Al-Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan, kata Saiful, kita harus terlebih dahulu menghilangkan buta & kesalahan dalam membaca Al-Quran di masyarakat.
Hal inilah yang kemudian menjadi prioritas utama RQ HIMPUH dalam proses pembelajaran yang diberikan selain juga mengajarkan materi-materi lainnya seperti Aqidah dan Tauhid, Adab/Akhlak dan Fiqih Ibadah.
“Jadi kita prioritaskan untuk mengajarkan baca Al-Quran dengan benar dibarengi dengan tahfidz dimulai dari surat pendek untuk anak-anak dan untuk para ibu dimulai dengan surat An-Naba. Selain itu kita juga berikan materi tentang tauhid/aqidah, adab/akhlak dan fiqih,” kata Saiful.
Menurut Saiful, meski ditengah perkembangan zaman yang semakin modern, pada dasarnya animo masyarakat untuk mempelajari Al-Quran masih cukup tinggi. Hal ini terbukti dengan banyaknya peminat yang ingin mendaftar di RQ HIMPUH meski informasi pendaftaran hanya dilakukan melalui pesan broadcast di media sosial.
Sejauh ini walaupun baru berdiri sekitar satu bulan yang lalu dan dengan fasilitas seadanya, sudah sekitar 50 siswa dari masing-masing kalangan ibu-ibu dan anak-anak yang mengikuti pembelajaran di RQ HIMPUH dari berbagai daerah di Jakarta. Jumlah ini bahkan bisa saja lebih banyak jika saja pendaftaran tidak dibatasi menyesuaikan dengan tenaga pengajar dan kapasitas ruangan yang tersedia untuk sementara.
“Pembelajaran untuk anak-anak dilakukan tiga kali dalam seminggu di hari Senin, Rabu, Jumat sore pukul 16.00-18.00. Sementara untuk pengajian ibu-ibu dilaksanakan di hari Salasa dan Rabu pagi Pukul 09.00-12.00. Untuk tenaga pengajar, terdapat tiga pengajar lulusan LIPIA yang memang sudah sangat berpengalaman dan juga aktif di berbagai lembaga Al-Quran lainnya,” jelas Saiful.
Dalam proses pembelajarannya, RQ HIMPUH sama sekali tidak memungut biaya dari setiap siswanya. Malah, semua siswa difasilitasi buku panduan dan fasilitas-fasilitas lain seperti tas, baju seragam dll. Sumber dana yang diperoleh berasal dari founder RQ HIMPUH sendiri, Djajang Sudrajat dan dari Asosiasi HIMPUH.
RQ HIMPUH mempunyai cita-cita untuk meniru metode Rasulullah dalam mendidik masyarakat serta memperbaiki nilai-nilai moral dan tauhid dengan kembali pada pemahaman dan pengamalan Al-Quran. Tujuannya adalah agar peradaban Islam bisa terus terpelihara dan diturunkan pada generasi selanjutnya.
Untuk mencapai cita-cita itu maka penting kiranya memulai dari hal yang paling dasar dari mnghilangkan kesalahan dan buta dalam membaca Al-Quran bagi kaum anak dan golongan ibu-ibu.
