MADANINEWS.ID, JAKARTA – Sekitar 2.000 jemaah umrah asal Indonesia sempat mengalami kendala kepulangan dari Arab Saudi akibat gangguan penerbangan, terutama pada rute yang menggunakan transit. Kendala tersebut membuat sebagian jemaah tertahan sementara di luar negeri sebelum akhirnya dapat kembali ke Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan data terkait jemaah yang terdampak.
“Yang sempat terjebak itu saya nggak tahu persis datanya, belum ada update, tapi terakhir kan sudah kembali karena ada stranded kan terdampar, itu ada sekitar 2.000-an yang berangkat,” kata Dahnil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3) malam.
Terdampak Penerbangan Transit
Menurut Dahnil, sebagian besar jemaah yang mengalami kendala kepulangan merupakan penumpang dengan penerbangan tidak langsung atau transit.
Situasi konflik di kawasan Timur Tengah disebut berdampak pada sejumlah jadwal penerbangan lanjutan sehingga perjalanan pulang para jemaah ikut terganggu.
“Tadinya, rata-rata yang ter-stranded atau tergagal pulang itu rata-rata karena pesawatnya transit,” ujar Dahnil.
Gangguan pada penerbangan lanjutan tersebut menyebabkan sejumlah jemaah harus menunggu lebih lama untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air.
Harga Tiket Tinggi Jadi Kendala
Selain persoalan rute penerbangan, Dahnil menyebut tingginya harga tiket pesawat juga menjadi salah satu kendala bagi sebagian jemaah untuk segera pulang ke Indonesia.
Kondisi tersebut membuat sejumlah jemaah terpaksa menunggu sementara waktu di luar negeri sambil mencari tiket dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kemudian harga tiketnya mahal, akhirnya mereka terpaksa banyak yang terhenti sementara di sana untuk mencari tiket yang bisa dijangkau,” ujarnya.
Sebagian Jemaah Sudah Kembali ke Indonesia
Meski sempat mengalami kendala, Dahnil menyebut sebagian besar jemaah yang tertahan kini telah berhasil kembali ke Indonesia.
Pemerintah, kata dia, juga terus berkoordinasi dengan kementerian terkait serta maskapai penerbangan untuk mengantisipasi kemungkinan kendala serupa pada perjalanan jemaah ke depan.
Langkah tersebut dilakukan agar perjalanan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia dapat berlangsung lebih lancar meski situasi penerbangan di kawasan Timur Tengah sedang mengalami dinamika.
