Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Pintu Ka’bah Ternyata Terbuat dari Emas Murni 280 Kg, Ini Sejarahnya

Abi Abdul Jabbar Sidik
11 March 2026 | 08:00
rubrik: Islam Digest, Khazanah Islam
Pintu Ka’bah Ternyata Terbuat dari Emas Murni 280 Kg, Ini Sejarahnya

Pintu Kabah terbuat dari 280 Kg Emas Murni. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MAKKAH – Di tengah kemegahan Masjidil Haram di Makkah, terdapat salah satu elemen arsitektur yang memiliki nilai spiritual dan sejarah yang sangat tinggi bagi umat Islam, yakni pintu Ka’bah. Selain menjadi akses menuju bagian dalam Baitullah, pintu ini juga menjadi simbol penghormatan umat Islam terhadap rumah suci yang setiap tahun dikunjungi jutaan jemaah dari seluruh dunia.

Letaknya berada di sisi timur Ka’bah dengan posisi sekitar 2,25 meter di atas lantai Mataf, area tempat jemaah melaksanakan tawaf. Posisi yang lebih tinggi dari permukaan lantai ini bukan tanpa alasan.

Secara historis, desain tersebut dibuat untuk melindungi bagian dalam Ka’bah dari potensi banjir yang pernah terjadi di Makkah pada masa lampau.

Terbuat dari 280 Kilogram Emas Murni

Pintu Ka’bah yang digunakan saat ini memiliki tinggi sekitar 3,1 meter dan lebar sekitar 1,9 meter.

Keistimewaan utamanya terletak pada bahan pembuatannya. Sekitar 280 kilogram emas murni 24 karat digunakan untuk membuat pintu tersebut, menjadikannya salah satu pintu paling berharga di dunia.

Pintu yang ada sekarang dibuat pada masa pemerintahan Raja Khalid bin Abdulaziz Al Saud pada 1399 Hijriah atau 1979 Masehi. Saat itu, Raja Khalid memerintahkan pembuatan pintu baru dari emas murni untuk menggantikan pintu sebelumnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kerajaan Arab Saudi dalam merawat arsitektur Ka’bah sekaligus menjaga elemen-elemen penting di dalamnya.

Dihiasi Kaligrafi dan Ornamen Seni Islam

Selain bernilai sejarah dan material yang sangat berharga, pintu Ka’bah juga dikenal sebagai salah satu mahakarya seni dekoratif Islam.

Bagian fasad pintu dihiasi dengan ukiran ornamen yang rumit serta ayat-ayat Al-Qur’an dan kalimat doa yang ditulis menggunakan kaligrafi Arab.

See also  Penyedia Layanan di Tanah Suci Lalai, Jemaah Boleh Klaim Kompensasi

Ukiran tersebut menunjukkan tingkat keahlian tinggi para ahli kaligrafi dan pengrajin logam yang terlibat dalam proses pembuatannya.

Di bagian pintu juga terdapat dua cincin besar yang berfungsi untuk membuka pintu Ka’bah. Untuk memasuki bagian dalam Ka’bah, digunakan tangga logam yang dipasang pada saat-saat tertentu ketika pintu tersebut dibuka.

Sejarah Panjang Sejak Masa Nabi Ibrahim

Sejarah pintu Ka’bah telah berlangsung sejak masa sangat awal dalam sejarah Islam.

Sumber-sumber sejarah menyebutkan bahwa pintu pertama Ka’bah dipasang oleh Nabi Ibrahim ketika beliau membangun kembali Ka’bah. Pada masa tersebut, pintu Ka’bah masih sangat sederhana dan berada langsung di permukaan tanah.

Ketika Ka’bah dibangun kembali oleh suku Quraisy sebelum masa kenabian Nabi Muhammad SAW, posisi pintu kemudian dinaikkan dari permukaan tanah.

Desain ini berfungsi untuk mengatur akses masuk ke dalam Ka’bah dan konsep tersebut terus dipertahankan hingga sekarang.

Sepanjang sejarah Islam, pintu Ka’bah beberapa kali mengalami penggantian serta perawatan. Pada masa kekhalifahan Umayyah, Abbasiyah, hingga era Ottoman, para khalifah dan sultan secara berkala memperbarui serta merawat pintu Ka’bah sebagai bentuk penghormatan terhadap Baitullah.

Dibuka Hanya pada Momen Tertentu

Di era modern, perhatian terhadap Ka’bah terus berlanjut melalui berbagai proyek pengembangan Masjidil Haram yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi.

Pintu Ka’bah dirawat secara berkala, termasuk melalui proses pembersihan dan pencucian bagian dalam Ka’bah yang dilakukan beberapa kali dalam setahun.

Pintu tersebut biasanya dibuka pada momen-momen tertentu, salah satunya saat prosesi pencucian Ka’bah. Ritual ini biasanya dilakukan satu hingga dua kali dalam setahun menggunakan air Zamzam yang dicampur dengan air mawar.

Prosesi tersebut dihadiri oleh pejabat, ulama, serta penjaga Ka’bah.

See also  Pansus Pertanyakan Alasan Kemenag Libatkan Masyarik Wanprestasi pada Haji 2024

Salah satu tradisi yang tetap terjaga hingga kini adalah penjagaan kunci Ka’bah.

Amanah tersebut dipegang oleh keluarga Al Shaiba, yang secara turun-temurun dipercaya menjaga kunci serta membuka pintu Ka’bah sejak masa Nabi Muhammad SAW.

Tradisi tersebut menjadi bagian dari warisan sejarah Islam yang terus dipertahankan hingga saat ini.

Kini, pintu Ka’bah tidak hanya berdiri sebagai elemen arsitektur, tetapi juga menjadi simbol perpaduan antara nilai sejarah, spiritualitas, serta seni Islam yang diwariskan lintas generasi.

Tags: fakta islamHajiMasjidil Harampintu kabahsejarah islamUmrah
Previous Post

Agar Ibadah Nyaman, Jemaah Diimbau Ikuti Panduan Tawaf di Masjidil Haram

Next Post

Dari Loker Hingga Laundry, Ini Fasilitas yang Disiapkan untuk Jemaah Itikaf di Masjidil Haram

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks