MADANINEWS,ID, JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, meminta izin pemerintah untuk membangun gudang cadangan pangan di Arab Saudi guna mendukung logistik jemaah haji Indonesia. Permintaan ini muncul menyusul kesepakatan ekspor beras khusus jemaah haji tahun ini sebanyak 2.280 ton.
“Tadi kami sudah koordinasi dengan Menteri Haji, kami mohon diberikan ruang di Kampung Haji. Kalau nanti diizinkan kami minta ruang untuk bisa bangun gudang Bulog di sana,” ujar Rizal kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Gudang Pertama Ditargetkan Tampung 1.000 Ton
Rizal mengatakan, gudang yang dibangun akan menampung berbagai komoditas pangan, mulai dari beras, ikan, hingga daging. Tahap pertama direncanakan menampung sekitar 1.000 ton bahan pangan, dan akan dibangun bertahap sesuai kebutuhan.
“Nanti bertahap, kalau memang masih dibutuhkan lagi ke depan, kita akan bangun lagi yang [berkapasitas] 1.000 ton lagi seperti itu,” tambah Rizal.
“Harapan kami supaya jadi satu paket di situ. Ada beras, ada minyak, ada ikan, ada daging. Berarti kalau ada ikan dan daging harus ada cold storage.”
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan Bulog resmi diizinkan memasok beras jenis premium untuk jemaah haji Indonesia, dengan pecahan 5% dan kadar air kurang dari 14%. Total volume beras yang disiapkan mencapai 2.280 ton, sejalan dengan target stok beras nasional lebih dari 4 juta ton tahun ini.
“Kami menyetujui permintaan Bulog, dan sejalan dengan program pemerintah, jemaah haji itu sekaligus dengan logistik. Berasnya dari kita,” ujar Zulhas dalam konferensi pers.
Kampung Haji di Tahrir Siap Dibangun Kuartal IV-2026
Selain itu, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa Kampung Hajiuntuk jemaah Indonesia direncanakan mulai dibangun pada kuartal IV-2026. Lokasi berada di wilayah Tahrir, yang sudah dibeli pemerintah dan tengah disurvei Kementerian Haji dan Umrah.
Rencana pengembangan mencakup hotel lama dengan 28 lantai dan 1.461 kamar, serta perluasan lahan menjadi 4,4 hektare dengan penambahan 13 tower baru berisi sekitar 6.025 kamar untuk menampung 23.000 jemaah, lengkap dengan fasilitas mall.
“Pembangunan [kampung haji] nanti rencana di Kuartal IV-2026,” kata Rosan, awal Januari lalu.
