MADANINEWS.ID, BANDUNG – Maskapai asal Arab Saudi, Mukhtara Air, mulai menunjukkan kesiapannya memasuki pasar penerbangan religi di Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkenalkan seragam resmi pramugari untuk pertama kalinya di hadapan para penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan haji.
Peragaan seragam tersebut ditampilkan dalam Musyawarah Kerja (Muker) Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) di The Trans Luxury Hotel Bandung, Senin (26/1), sebagai bagian dari penguatan identitas maskapai menjelang target operasi komersial pada 2026.
Momen perkenalan ini menjadi debut Mukhtara Air dalam memamerkan tampilan awak kabin yang akan digunakan dalam penerbangan umrah dan haji di Indonesia.
Operating Director Mukhtara Air, Capt. Andik Setiawan, mengatakan seragam tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari tahapan persiapan sebelum maskapai resmi beroperasi.
“Pada kesempatan ini kami ingin memperkenalkan secara resmi seragam dari Mukhtara Air. Inilah seragam Mukhtara Air, yang insya Allah nanti akan digunakan secara resmi pada saat AOC sudah ada,” ujar Andik di Bandung, Senin (26/01).
Ia menegaskan seragam itu menjadi simbol kesiapan Mukhtara Air untuk masuk sebagai maskapai full service di Tanah Air.
“Kami harapkan menjadi salah satu maskapai full service di Indonesia,” katanya.
Dominasi Biru Navy, Kesan Profesional dan Elegan
Dalam peragaan di hadapan peserta Muker, seragam pramugari Mukhtara Air tampil dengan dominasi warna biru navy yang memberi kesan formal dan berkelas.
Setelan jas dipadukan dengan rok panjang senada serta hijab berwarna gelap, menciptakan tampilan rapi dan anggun. Pada bagian scarf atau aksesori leher terlihat aksen motif warna cerah yang menjadi highlight, memberi sentuhan modern pada desain keseluruhan.
Seragam ini mencerminkan konsep full service yang ingin ditawarkan Mukhtara Air untuk jamaah umrah dan haji.
Didukung Grup Bisnis Layanan Umrah Terintegrasi
Mukhtara Air berada di bawah naungan Manazil Al Mukhtara Company Holding, perusahaan berbasis di Madinah yang telah memiliki portofolio di sektor perhotelan, layanan haji dan umrah, serta transportasi.
Andik menyebut grup tersebut mendukung perjalanan ibadah jamaah dari berbagai sisi, mulai dari visa hingga akomodasi.
“Kami didukung oleh satu grup dari A sampai Z. Sebelum orang ke negara tentu dia harus punya visa, kami punya provider visa. Setelah mendarat, kami punya hotel di Madinah dan Mekah,” jelas Andik.
Target Terbang Perdana Mei 2026
Mukhtara Air menargetkan mulai mengudara pada Mei 2026, seiring penyelesaian proses sertifikasi Air Operator Certificate (AOC) sebagai syarat utama penerbangan komersial di Indonesia.
Pada tahap awal, maskapai menyiapkan armada Airbus A320 dan Airbus A330. Airbus A320 akan digunakan untuk rute domestik sebagai feeder, sementara Airbus A330 disiapkan untuk penerbangan jarak jauh menuju Arab Saudi.
Maskapai ini juga telah mendatangkan pesawat Airbus A320 pertamanya ke Bandara Halim Perdanakusuma pada November 2025.
Rute yang disiapkan mencakup Jakarta dan Surabaya sebagai hub utama, dengan tujuan penerbangan umrah seperti Jeddah, Madinah, hingga Thaif.
Perkenalan seragam pramugari ini menjadi bagian dari langkah Mukhtara Air membangun identitas sebagai maskapai baru yang fokus melayani jamaah Indonesia.
“Insya Allah kami akan bersama Bapak-Ibu dalam memberikan pelayanan terbaik,” pungkas Andik.
