MADANINEWS.ID, MAKKAH – Minat jamaah Indonesia menunaikan ibadah umrah bersama anak-anak terus meningkat. Di sisi lain, kepadatan Masjidil Haram yang semakin tinggi membuat aspek keselamatan jamaah rentan, khususnya anak-anak, menjadi perhatian serius otoritas Arab Saudi.
Di tengah lonjakan jumlah jamaah, pemerintah Arab Saudi merapikan sistem perlindungan bagi jamaah rentan dan mengimbau orang tua agar lebih cermat menyiapkan ibadah. Tujuannya agar umrah tetap berjalan khusyuk tanpa mengorbankan keamanan anak.
Umrah bersama anak dinilai bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga sarana edukasi spiritual sejak dini. Anak-anak dikenalkan pada sejarah Islam, suasana Tanah Suci, serta pengalaman beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Namun, padatnya jamaah menuntut persiapan ekstra, baik secara fisik maupun mental.
Mengacu pada laporan Gulf News, berikut sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan orang tua saat membawa anak berumrah.
1. Pilih Waktu yang Lebih Lengang
Pemilihan waktu menjadi kunci utama saat membawa anak ke Masjidil Haram. Orang tua dianjurkan menjalankan tawaf dan sa’i di luar jam-jam padat jamaah.
Selain memudahkan pengawasan, kondisi yang lebih lengang juga menurunkan risiko anak terdesak atau terpisah di tengah arus pergerakan jamaah, terutama di sekitar Ka’bah dan lintasan sa’i.
2. Kenali Titik Rawan Kepadatan
Beberapa area di Masjidil Haram dikenal memiliki tingkat kepadatan tinggi, terutama pada waktu tertentu seperti setelah salat fardu.
Menghindari titik-titik yang terlalu ramai dapat membantu menjaga kenyamanan anak sekaligus mengurangi risiko kelelahan, kepanikan, atau terdorong di tengah kerumunan.
3. Manfaatkan Gelang Pintar RFID
Sebagai langkah pencegahan, otoritas Masjidil Haram menyediakan Gelang Pintar berbasis Radio Frequency Identification (RFID) khusus bagi anak-anak.
Gelang ini memuat data identitas dan kontak orang tua atau wali, sehingga petugas dapat membantu proses pencarian dengan cepat jika anak terpisah dari pendampingnya.
Layanan Gelang Pintar RFID tersedia di sejumlah pintu masuk utama Masjidil Haram, seperti Gerbang King Abdulaziz dan Gerbang King Fahd nomor 79. Petugas akan membantu proses pendataan secara langsung. Fasilitas ini sangat dianjurkan, terutama saat musim umrah dan haji.
4. Anak Harus Selalu dalam Pengawasan
Otoritas Arab Saudi menekankan pentingnya pendampingan penuh terhadap anak selama berada di area masjid. Anak sebaiknya tidak dilepas sendirian, meski hanya dalam waktu singkat.
Menjaga anak tetap berada dalam jangkauan pendamping membantu mencegah risiko tersesat dan memastikan ibadah berjalan lebih aman dan terkendali.
5. Bekali Anak dengan Adab Ibadah
Persiapan umrah bersama anak juga mencakup aspek mental dan perilaku. Orang tua dianjurkan menjelaskan sejak awal mengenai adab di Masjidil Haram, aturan yang berlaku, serta sikap yang harus dijaga selama berada di Tanah Suci.
Pemahaman ini membantu anak lebih kooperatif, menghormati suasana ibadah, serta mengikuti arahan orang tua dan petugas di lapangan.
Dengan persiapan yang matang dan kepatuhan terhadap imbauan pemerintah Arab Saudi, umrah bersama anak dapat menjadi pengalaman spiritual yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh keluarga.
