MADANINEWS.ID, JAKARTA – Di era digital, ironisnya, banyak orang justru merasa kesepian meski terhubung dengan banyak orang lewat teknologi. Dalam perspektif Islam, kondisi batin yang sepi disebut wahsyah, yaitu ketika hati terasa hampa dan jauh dari ketenangan.
Imam An-Nawawi, dalam kitabnya Al-Adzkar, memberikan panduan doa dan zikir untuk mengatasi rasa kesepian, yang bersumber dari hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ. Doa ini diajarkan Rasulullah kepada sahabatnya, Al-Walīd bin Al-Walīd, ketika ia mengadukan rasa sepi:
أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، ومن هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya, dari hukuman-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari godaan setan serta kehadiran mereka.”
Zikir Ampuh Redakan Kesepian
Tidak hanya doa, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan zikir khusus. Dalam riwayat Al-Barā’ bin ‘Āzib, seorang sahabat datang mengeluhkan kesepiannya, dan Rasulullah menyarankan untuk memperbanyak bacaan:
“Subḥānal-Maliki al-Quddūs, Rabbil-Māla’ikati war-Rūḥ. Jal-lalta as-samāwāti wal-arḍa bil-‘izzati wal-jabarūt.”
Setelah membaca zikir ini, rasa sepi pun hilang.
Ulama tasawuf menjelaskan, kesepian sering muncul karena hati terasa jauh dari Allah. Doa dan zikir bekerja sebagai penghubung batin, mengisi ruang kosong dalam dada dengan kedekatan spiritual. Hati yang berdzikir akan merasakan ketenangan yang tidak bisa diberikan dunia.
Kesepian adalah Fenomena Manusiawi
Rasa sepi bukan semata karena kurangnya orang di sekitar, tapi seringkali karena lemahnya hubungan ruhani dengan Sang Pencipta. Imam An-Nawawi merangkum pengalaman para sahabat yang telah merasakan langsung ketenangan melalui doa dan zikir.
Melalui amalan sederhana ini, hati yang gelisah bisa digantikan dengan ketenteraman, kedekatan, dan keteguhan iman.
