Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Darurat Gizi Buruk, Dompet Dhuafa Terjunkan Tim Kemanusiaan di Maluku Tengah

Abi Abdul Jabbar Sidik
30 July 2018 | 09:33
rubrik: Dunia Islam, Nusantara
Darurat Gizi Buruk, Dompet Dhuafa Terjunkan Tim Kemanusiaan di Maluku Tengah

Tim Darurat Gizi Dompet Dhuafa. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID,  Maluku – Bencana kelaparan kembali melanda Tanah Air. Tiga warga  suku Mausu Ane di pedalaman Pulau Seram, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, menjadi korban.

Ketiganya meninggal dunia karena gizi buruk yang disebabkan keterbatasan persediaan pangan di sana. Kasus kelaparan di pedalaman Gunung Murkele juga merenggut nyawa satu korban lanjut usia dan dua balita.

Melihat kondisi tersebut, Dompet  Dhuafa Sulawesi Selata  merespon cepat dengan menerjunkan Tim Kemanusiaan. Tim pertama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan telah bergerak menuju komunitas masyarakat Mausu Ane, dengan membawa logistik dan obat-obatan. Tim Kemanusiaan tersebut terdiri dari dokter, perawat, dan satu Koordinator Respon Kebencanaan.

Selanjutnya, tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa pusat akan berangkat dari Makassar pada Jumat (27/7) siang, menuju ke Ambon. Dijadwalkan pada hari Minggu (29/7), tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa sudah bergabung dengan aparat TNI dari Korem 1502/Masohi, untuk bergerak menuju lokasi suku Mausu Ane, dan mendistribusikan sejumlah bantuan.

Setibanya di lokasi, tim kemanusiaan Dompet Dhuafa akan melakukan mapping area dengan berkoordinasi bersama perangkat pemerintah. Selanjutnya menetapkan posko darurat untuk kebutuhan support logistik dan berbagai kebutuhannya.

Kemudian akan melakukan eksplorasi daerah untuk memudahkan pemenuhan kebutuhan gizi dengan membawa produk pemberdayaan yang kaya protein hewani dan bergizi tinggi, seperti abon ikan.

“Tim respon cepat sudah kami berangkatkan. Pertama tim Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan kami gerakkan untuk segera menangani kasus tersebut. Kebutuhan medis dan logistik menjadi bekal utama pada respon kali ini. Selanjutnya setelah mendapat update informasi dari lokasi, kami akan menyusun respon lanjutan dan mengirimkan tim kedua, dengan membawa bekal kebutuhan masyarakat di sana,” ujar GM Pengembangan Jaringan Dompet Dhuafa Filantropi Doni Marlan melalui keterangan tertulisnya Senin, (30/7).

See also  Dompet Dhuafa Inisiasi Pemberian MPASI Untuk Bayi Pengungsi Gempa Lombok

Karena medan yang cukup sulit dan tidak dapat diakses kendaraan, Tim Kemanusiaan yang berasal dari beberapa unsur relawan tersebut, melanjutkan respon dengan berjalan kaki menuju lokasi.

Estimasi waktu yang harus ditempuh adalah 8 jam perjalanan. Upaya distribusi bantuan logistik dan kesehatan tersebut diharapkan dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Mausu Ane, dan menekan jumlah korban jiwa, terutama dari kelompok rentan (wanita, lansia, dan anak-anak). (Tio / Kontributor)

Tags: dompet dhuafa
Previous Post

BAZNAS Targetkan 2000 Pekurban Dalam Program “Kurban Berdayakan Desa”

Next Post

Nuansa Asian Games 2018 di Porseni Kemenkop dan UKM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks