Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Usai Viral Tayangan Trans7, Pesantren Lirboyo Unggah Pesan Menyentuh Soal Kiai dan Pesantren

Abi Abdul Jabbar Sidik
15 October 2025 | 08:40
rubrik: News, Nusantara
Usai Viral Tayangan Trans7, Pesantren Lirboyo Unggah Pesan Menyentuh Soal Kiai dan Pesantren

Aktivitas Santri Pesantren Lirboyo. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Setelah program “Xpose Uncensored” Trans7 menuai kecaman karena dinilai melecehkan dunia pesantren, publik kini menyoroti unggahan menyentuh dari Pondok Pesantren Lirboyo. Melalui akun Instagram resminya, pesantren yang diasuh KH Anwar Manshur itu membagikan refleksi mendalam tentang arti kiai dan pesantren — seolah menjawab dengan ketenangan di tengah badai kritik.

Tayangan Trans7 yang disiarkan pada Senin (13/10/2025) sebelumnya menampilkan visual santri dan kiai sepuh dengan narasi yang dianggap merendahkan. Dalam salah satu bagian, terdengar kalimat:

“Kedua kiai yang kaya raya tapi umat yang kasih amplop. Bukan hanya santri usia anak-anak tapi bapak-bapak pun ketemu kiyainya masih ngesot untuk mencium tangan. Dan yang mencengangkan yang mencium tangan itulah yang kasih amplop.”

Narasi itu sontak memicu kemarahan publik dan membuat tagar #BoikotTrans7 menjadi trending di media sosial.

Respons Damai dari Lirboyo

Alih-alih membalas dengan kemarahan, Ponpes Lirboyo justru menanggapi lewat unggahan reflektif pada Selasa siang. Dalam postingan tersebut, terlihat foto KH Anwar Manshur tengah memimpin kegiatan kajian keagamaan, disertai caption yang meneduhkan hati:

“Di balik tembok-tembok pesantren, ada kisah yang tak banyak diketahui orang. Tentang mereka yang mengabdikan hidupnya bukan untuk dikenal, tapi untuk meneruskan ilmu dan iman di hati generasi bangsa. Kiai…”

Unggahan itu kemudian menggambarkan sosok kiai bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga penuntun kehidupan.

“Beliau bukan sekadar pengajar. Beliau adalah sosok yang menuntun dengan kasih, menyentuh jiwa santri dengan keteladanan, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan yang tak tertulis di buku mana pun. Setiap hari Beliau berjuang dalam sunyi. Mendidik tanpa pamrih dan menuntun tanpa lelah.”

Tentang Pesantren: Tempat Ilmu, Cinta, dan Pengorbanan

Dalam lanjutan unggahan itu, pihak pesantren menjelaskan makna pesantren sebagai tempat pembentukan karakter dan pengabdian.

“Dan pesantren… Adalah tempat di mana nilai-nilai itu hidup. Tempat para santri belajar bukan hanya tentang ilmu, tetapi tentang kesabaran, pengorbanan, dan cinta kepada sesama. Hari ini, mungkin ada yang belum memahami perjuangan itu. Namun waktu akan berbicara, bahwa dari pesantrenlah lahir generasi yang menjaga akhlak, yang menebar kedamaian, dan yang mencintai negeri ini dengan sepenuh hati. Inilah Pesantren dan Kiai. Tempat di mana ilmu disampaikan dengan cinta, dan pengabdian dijalankan tanpa batas.”

Unggahan tersebut segera dibanjiri ribuan komentar dukungan dari warganet, terutama para santri dan alumni pesantren. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan rasa hormat dan solidaritas terhadap KH Anwar Manshur.

“Kami santri seluruh Indonesia bersama panjenengan kyai,” tulis seorang netizen.

“Bayangkan beliau yg hidupnya untuk menerangkan hukum Allah malah dihina oleh orang² yang mohon maaf belum tentu bisa baca Al Quran,” komentar lainnya.

Ada pula yang menuliskan kalimat penuh haru:

“Du nangis kulo mbah Yai 😢, kehendak Alloh yg bagimn gerangan yg kmdian membuat samgat mulianya panjenengan dgm fitnah ini mbah, teringat sejarah kanjeng Rosul saw yg tdk lepas dari fitbah keji. Sungguh orang orang mulia dijalan mulia.”

Unggahan sederhana itu menjadi simbol keteguhan pesantren menghadapi ujian, sekaligus pengingat bahwa nilai-nilai keikhlasan dan kasih sayang tetap hidup di balik tembok Lirboyo.

See also  Sosialisasi 4 Pilar di UMJ, Bachtiar Ali Kampanyekan Indonesia Cinta Damai
Tags: boikot trans 7KH Anwar Manshurpesantren lirboyosantri lirboyotrans 7xpose uncensored
Previous Post

Advokat NU Sebut Tayangan Xpose Trans7 Langgar Etika Penyiaran: Tak Cukup Hanya Minta Maaf

Next Post

Profil KH Anwar Manshur, Ulama Sepuh Lirboyo: Tetap Mengajar di Usia 87 Tahun, Teladan Istiqamah Santri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks