MADANINEWS.ID, Riyadh — Setelah menetapkan aturan kesehatan baru untuk pelaksanaan Haji 2026 (1447 H), Pemerintah Arab Saudikini memperkuat kerja sama global dengan World Health Organization (WHO) dan otoritas haji di berbagai negara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ibadah haji berlangsung aman, tertib, dan bebas dari potensi wabah penyakit.
Dilansir dari The Guardian Nigeria, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menegaskan bahwa kebijakan kesehatan haji bersifat adaptif terhadap situasi global. Jika muncul wabah baru atau keadaan darurat kesehatan internasional, Arab Saudi siap menambahkan protokol tambahan bersama WHO.
Pendekatan fleksibel ini memungkinkan pemerintah Saudi merespons cepat setiap ancaman kesehatan global, tanpa mengganggu kelancaran pelaksanaan ibadah.
Imbauan Dini untuk Calon Jemaah
Sejalan dengan kebijakan baru itu, badan urusan haji di berbagai negara mulai mengimbau calon jemaah untuk melakukan vaksinasi dan pemeriksaan medis sejak dini.
Koordinasi juga dilakukan bersama Muslim Pilgrims Welfare Boards dan operator tur resmi guna memastikan seluruh dokumen kesehatan lengkap sebelum pengajuan visa.
“Calon jemaah disarankan mulai pemeriksaan sejak dini agar tidak tertunda karena alasan medis,” ujar pejabat Kementerian Haji Saudi dalam keterangan resminya.
Langkah ini selaras dengan kebijakan Saudi yang mewajibkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan sertifikat vaksinasi sebagai syarat mutlak keberangkatan ke Tanah Suci mulai tahun depan.
Bagian dari Visi Saudi 2030
Regulasi baru ini menjadi bagian dari Visi Saudi 2030, yang menargetkan transformasi sistem penyelenggaraan haji menjadi lebih profesional, efisien, dan berkelanjutan.
Langkah proaktif pemerintah Saudi ini juga mendapat dukungan penuh dari WHO dan komunitas kesehatan internasional. Mereka menilai model tata kelola kesehatan haji Arab Saudi bisa menjadi contoh global dalam manajemen kesehatan massal.
Arab Saudi menegaskan, meski sebagian calon jemaah mungkin merasa aturan baru ini berat, keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi.
Dengan penerapan disiplin dan kolaborasi internasional yang kuat, Haji 2026 diharapkan menjadi yang paling aman, modern, dan bebas wabah dalam sejarah penyelenggaraan haji dunia.
