MADANINEWS.ID, Madinah – Kabar gembira datang bagi para jamaah dan peziarah di Kota Madinah. Raja Salman bin Abdulaziz Al Saudmemerintahkan agar Masjid Qiblatain, salah satu masjid paling bersejarah di dunia Islam, kini dibuka selama 24 jam penuh.
Kebijakan ini memungkinkan jamaah beribadah dan menikmati suasana spiritual masjid kapan saja, baik siang maupun malam.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Pangeran Salman bin Sultan bin Abdulaziz, Gubernur Wilayah Madinah sekaligus Ketua Dewan Otoritas Pengembangan Wilayah Madinah. Ia menyebut keputusan Raja Salman merupakan wujud nyata perhatian kepemimpinan Arab Saudi terhadap tempat-tempat suci di Tanah Haram.
“Arahan mulia ini merupakan kelanjutan dari perhatian khusus yang diberikan oleh negara terhadap rumah-rumah Allah, terutama terhadap dua masjid suci, yang mencerminkan misi Kerajaan dalam melayani Islam dan kaum Muslimin,” ujar Pangeran Salman, dikutip dari Saudi Press Agency.
Fasilitas Diperbarui, Pelayanan Dimaksimalkan
Pangeran Salman menegaskan, pemerintah daerah Madinah telah memastikan semua layanan dan infrastruktur di Masjid Qiblatain siap beroperasi sepanjang waktu.
“Kami akan mengupayakan yang terbaik untuk merawat dan melayani Masjid Qiblatain serta memudahkan para pengunjungnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa lembaga-lembaga terkait telah menuntaskan seluruh prosedur operasional, mulai dari keamanan, kebersihan, hingga fasilitas penunjang ibadah seperti tempat wudhu, penerangan, dan area istirahat jamaah.
Kebijakan ini turut diapresiasi oleh Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan, Syaikh Dr. Abdul Latif bin Abdulaziz Al-Shaikh. Ia menilai, keputusan membuka Masjid Qiblatain selama 24 jam menunjukkan komitmen kuat pemerintah Saudi dalam memberikan kenyamanan maksimal bagi para jamaah.
“Arahan mulia ini menunjukkan kepedulian besar pimpinan negara terhadap rumah-rumah Allah dan keinginan mereka untuk menyediakan kenyamanan maksimal bagi para jamaah,” kata Syaikh Dr. Abdul Latif.
Ia menambahkan, masjid kini telah dilengkapi fasilitas baru dan sistem pengelolaan modern untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan jamaah.
“Masjid tersebut kini telah siap beroperasi selama 24 jam dengan berbagai fasilitas yang menjamin kenyamanan para jamaah,” imbuhnya.
Sejalan dengan Visi 2030
Selain membuka akses 24 jam, pemerintah Saudi juga terus menggulirkan proyek-proyek unggulan untuk memperkuat fungsi masjid dan tempat ibadah lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari Visi 2030, agenda besar Kerajaan untuk menjadikan Arab Saudi pusat spiritual dan peradaban Islam modern.
“Kementerian terus melaksanakan proyek-proyek unggulan untuk pengembangan rumah-rumah Allah, selaras dengan tujuan Visi 2030. Proyek ini mencerminkan peran kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi dalam melayani Islam dan kaum Muslimin,” tegas Syaikh Dr. Abdul Latif.
Makna Sejarah Masjid Qiblatain
Masjid Qiblatain (Masjid Dua Kiblat) memiliki tempat istimewa dalam sejarah Islam. Di sinilah Nabi Muhammad SAWmenerima wahyu yang memerintahkan perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis (Yerusalem) menuju Masjidil Haram (Mekkah).
Kini, di era modern, kebijakan membuka masjid selama 24 jam tidak hanya memudahkan jamaah untuk beribadah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat sejarah itu — bahwa Islam adalah agama yang penuh rahmat, terbuka, dan melayani umatnya kapan saja.
Langkah ini sekaligus menegaskan peran Arab Saudi sebagai pelayan dua Tanah Suci (Khâdim al-Haramain asy-Syarifain) yang terus memperluas perhatian bukan hanya pada Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, tetapi juga pada situs-situs sejarah Islam yang menjadi bagian dari perjalanan risalah Nabi.
