Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Deddy Mizwar: Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Industri Film Negara-Negara Islam

Abi Abdul Jabbar Sidik
24 September 2025 | 11:00
rubrik: News, Nusantara
Deddy Mizwar: Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Industri Film Negara-Negara Islam

Aktor senior sekaligus Ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Deddy Mizwar. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Aktor senior sekaligus Ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Deddy Mizwar, menilai Indonesia punya peluang besar untuk menjadi pusat industri film bagi negara-negara Islam. Dengan jumlah penduduk yang mayoritas Muslim, ia optimistis investasi dari negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bisa masuk ke Tanah Air untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional.

“Indonesia menjadi pusat industri film negara-negara Islam itu bukan hal yang mustahil karena penduduk kita sangat besar dan didominasi oleh umat Islam,” kata Deddy, Rabu (24/9).

“Artinya, ada pasar yang sangat besar di Indonesia,” lanjutnya.

Diplomasi Lewat Festival Film

Deddy menyambut positif pelaksanaan Arts Lumiere Indonesia Festival (ALIF) yang digelar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pada 19–21 September 2025. Menurutnya, acara tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi kebudayaan antarnegara Muslim, khususnya anggota OKI.

“Kolaborasi semacam itu dapat mendorong perluasan kerja sama dalam bidang industri film dan bahkan mendatangkan modal baru bagi infrastruktur perfilman Indonesia,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pembangunan bioskop di daerah-daerah masih minim. Dengan kerja sama lintas negara Islam, bukan tidak mungkin kebutuhan tersebut bisa dipenuhi. “Misalnya, sekarang ini masih banyak kabupaten dan kota belum punya bioskop. Barangkali dengan kerja sama negara-negara Islam ini bisa membangun bioskop di berbagai daerah kabupaten dan kota,” kata dia.

Festival Perdana ALIF

Festival ALIF tahun ini menayangkan 45 film panjang dan pendek dari 16 negara anggota OKI, mulai dari dokumenter, drama, hingga fiksi. Film-film tersebut diputar di beberapa lokasi, antara lain Galeri Nasional, Universitas Negeri Jakarta, Gedung Kesenian Jakarta, dan XXI Djakarta Theater.

Tak hanya pemutaran film, ada pula diskusi bersama sineas dan akademisi. Acara ini terbuka gratis untuk masyarakat, dengan jadwal dan informasi film dapat diakses melalui laman resmi alif.kemlu.go.id.

See also  Muhammdiyah: Laporan MA terhadap KY, Bentuk Arogansi dan Feodalistik

Deddy percaya, Indonesia akan semakin terbuka terhadap investasi perfilman dari negara-negara OKI. Ia yakin langkah diplomasi budaya ini akan membawa Indonesia selangkah lebih dekat untuk menjadi pusat industri film Islam dunia.

“ALIF mendukung misi diplomasi Indonesia melalui kebudayaan dan memperkuat kehadiran Indonesia di dunia internasional,” tandasnya.

Tags: Arts Lumiere Indonesia Festivaldeddy mizwarfestival ALIFfilm islam
Previous Post

Segera Dibangun, Ini Lima Jalur Pendanaan Proyek Kampung Haji di Makkah

Next Post

Ketua BWI Sebut Pendidikan Islam Terancam Kolaps Jika Wakaf Tidak Dikelola Baik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks