MADANINEWS.ID, JAKARTA – Aktor senior sekaligus Ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Deddy Mizwar, menilai Indonesia punya peluang besar untuk menjadi pusat industri film bagi negara-negara Islam. Dengan jumlah penduduk yang mayoritas Muslim, ia optimistis investasi dari negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bisa masuk ke Tanah Air untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional.
“Indonesia menjadi pusat industri film negara-negara Islam itu bukan hal yang mustahil karena penduduk kita sangat besar dan didominasi oleh umat Islam,” kata Deddy, Rabu (24/9).
“Artinya, ada pasar yang sangat besar di Indonesia,” lanjutnya.
Diplomasi Lewat Festival Film
Deddy menyambut positif pelaksanaan Arts Lumiere Indonesia Festival (ALIF) yang digelar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pada 19–21 September 2025. Menurutnya, acara tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi kebudayaan antarnegara Muslim, khususnya anggota OKI.
“Kolaborasi semacam itu dapat mendorong perluasan kerja sama dalam bidang industri film dan bahkan mendatangkan modal baru bagi infrastruktur perfilman Indonesia,” ujarnya.
Ia mencontohkan, pembangunan bioskop di daerah-daerah masih minim. Dengan kerja sama lintas negara Islam, bukan tidak mungkin kebutuhan tersebut bisa dipenuhi. “Misalnya, sekarang ini masih banyak kabupaten dan kota belum punya bioskop. Barangkali dengan kerja sama negara-negara Islam ini bisa membangun bioskop di berbagai daerah kabupaten dan kota,” kata dia.
Festival Perdana ALIF
Festival ALIF tahun ini menayangkan 45 film panjang dan pendek dari 16 negara anggota OKI, mulai dari dokumenter, drama, hingga fiksi. Film-film tersebut diputar di beberapa lokasi, antara lain Galeri Nasional, Universitas Negeri Jakarta, Gedung Kesenian Jakarta, dan XXI Djakarta Theater.
Tak hanya pemutaran film, ada pula diskusi bersama sineas dan akademisi. Acara ini terbuka gratis untuk masyarakat, dengan jadwal dan informasi film dapat diakses melalui laman resmi alif.kemlu.go.id.
Deddy percaya, Indonesia akan semakin terbuka terhadap investasi perfilman dari negara-negara OKI. Ia yakin langkah diplomasi budaya ini akan membawa Indonesia selangkah lebih dekat untuk menjadi pusat industri film Islam dunia.
“ALIF mendukung misi diplomasi Indonesia melalui kebudayaan dan memperkuat kehadiran Indonesia di dunia internasional,” tandasnya.
