MADANINEWS.ID, JAKARTA – Biaya haji tahun 2026 dijanjikan bakal lebih ringan. Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochammad Irfan Yusuf, mengatakan pemerintah tengah mengkaji berbagai opsi efisiensi agar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bisa ditekan.
“Insyaallah kita diminta untuk lebih efisiensikan biaya haji. Biaya BPIH mudah-mudahan dengan berbagai upaya kita, kita akan bisa mengurangi. Walaupun mungkin tidak terlalu banyak, tapi kita berusaha untuk mengurangi,” kata Irfan kepada wartawan di Kompleks DPR RI, Senin (7/7/2025).
Belum Ada Angka Pasti, Masa Tinggal Akan Dikaji
Meski belum merinci nominal pastinya, Irfan memastikan pihaknya sedang menghitung ulang seluruh komponen biaya. Salah satu strategi yang dikaji adalah pengurangan masa tinggal jemaah di Arab Saudi.
“Kita belum bisa memastikan karena kita cuma menghitung. Salah satu upayanya adalah kita akan mengurangi masa tinggal. Tentu juga itu akan tergantung dengan penerbangan, kita ingin tahu berapa lama kita bisa mendapatkan itu,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan BP Haji untuk menekan biaya haji lebih jauh, terutama dari sisi transportasi udara dan katering.
BPIH 2025 Turun Rp4 Juta, Target 2026 Lebih Murah
Sebagai informasi, BPIH 2025 yang telah disepakati antara Kementerian Agama dan Panja Komisi VIII DPR RI adalah sebesar Rp89,41 juta, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp93,41 juta.
Dari angka tersebut, jemaah menanggung langsung Rp55,43 juta (sekitar 62% dari total), sementara sisanya ditopang oleh nilai manfaat dana haji sebesar Rp33,97 juta per jemaah (38%).
Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut penurunan biaya tahun ini menjadi landasan untuk menargetkan penghematan lanjutan tahun depan.
“Tahun ini kan sudah ditekan menjadi berkurang Rp4 juta. Tahun depan juga bisa ditekan, misalnya dari komponen pesawat, kemudian komponen katering dan sebagainya,” ujar Dahnil di Istana Kepresidenan, Senin (5/5/2025).
