Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Hati-hati! 7 Perbuatan Ini Bisa Menghapus Pahala Tanpa Disadari

Abi Abdul Jabbar Sidik
1 July 2025 | 13:00
rubrik: Islamika, Renungan Hati
4 Amalan yang Bisa dilakukan Wanita Haid saat Ramadhan

Umat Muslim melaksanakan ibadah shalat. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Sudah capek-capek ibadah, tapi ternyata pahala bisa hangus karena perbuatan sendiri—sering kali tanpa disadari.

Beberapa sikap dan dosa tertentu bisa secara diam-diam menghapus pahala yang telah dikumpulkan. Nabi Muhammad SAW dan para ulama telah mengingatkan tentang hal ini sejak dulu.

Berikut 7 perbuatan yang bisa membatalkan pahala, meski seseorang rajin ibadah:

1. Ujub: Merasa Amal Sendiri Sudah Hebat

Ujub adalah penyakit hati. Orang yang ujub merasa dirinya lebih baik dari orang lain karena amalnya. Imam Al Ghazali dalam Minhaj al-‘Abidin ila Jannah mendefinisikan ujub sebagai sifat merasa besar terhadap amal saleh yang dilakukan. Orang yang ujub merasa dirinya lebih mulia dan layak masuk surga dibanding manusia lainnya.

Rasulullah SAW pernah mengisahkan:

“Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan.” Maka Allah SWT berfirman: “Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak mengampuni si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosanya dan Aku telah menghapus amalmu.” (HR Muslim)

Imam Al Munawi menyebut bahwa Rasulullah SAW mengatakan ujub dapat menghapus amal shalih selama 70 tahun. Dalam kitab Faidh Al Qadir, dijelaskan bahwa angka 70 bukan batas pasti, tapi simbol dari waktu yang lama. Bahkan Imam Al Haramain yang dikutip Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa yang dihapus bukan pokok pahalanya, tapi pelipatan pahalanya.

2. Syirik

Syirik adalah menyekutukan Allah SWT. Ini termasuk dosa terbesar yang membuat pahala sia-sia.

Dalam Al-Qur’an surah Al-An’am ayat 88, Allah berfirman:

ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

“Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”

3. Zalim

Zalim bisa berupa mencaci, memfitnah, menyakiti orang lain, hingga mengambil hak mereka tanpa izin. Semua itu bisa menghapus pahala.

See also  Sedekah Dua Buah Roti yang Memberatkan Timbangan di Akhirat

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.” Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang bangkrut dari umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat membawa (pahala) salat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia suka mencaci maki dan (salah) menuduh orang lain, makan harta orang lain, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang yang terzalimi itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikan pelaku zalim. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim)

4. Mengungkit Sedekah

Mengungkit sedekah bisa menghapus pahala. Allah SWT menegaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 264:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبْطِلُوا۟ صَدَقَٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ كَٱلَّذِى يُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُۥ وَابِلٌ فَتَرَكَهُۥ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَىْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”

5. Maksiat Saat Sendiri

Maksiat dalam keadaan sepi bisa membuat pahala besar menjadi debu. Rasulullah SAW bersabda:

See also  Sebentar Lagi Ramadhan, Sudahkah Anda Mengqadha Puasa ?

“Niscaya aku mengetahui suatu kaum dari umatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa banyak kebaikan sebesar Gunung Tihamah yang putih, tetapi kemudian Allah menjadikannya (hancur lebur) seperti debu berterbangan.”Tsauban bertanya, “Ya Rasulullah, jelaskanlah sifat-sifat mereka kepada kami agar kami tidak menyadarinya.” Beliau menjawab, “Mereka masih termasuk saudara kalian sendiri. Mereka melakukan ibadah malam sebagaimana yang kalian lakukan. Akan tetapi, jika sedang sendirian mereka berani melanggar larangan-larangan Allah.” (HR Ibnu Majah)

6. Ghibah

Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain. Meskipun benar, tetap dilarang.

Syekh Nawawi Al Bantani dalam kitab Nashaihul ‘Ibad menyebut bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Ada empat permata pada diri anak Adam yang dapat dihancurkan oleh empat perkara lainnya, yakni: akal dihancurkan oleh marah, agama dihancurkan oleh hasad, rasa malu dihancurkan oleh tamak, dan amal saleh dihancurkan oleh ghibah.”

Dalam buku Ramadhan Bersama Nabi dijelaskan, ghibah membuat amal tidak bisa naik ke langit dan ditolak malaikat pencatat.

7. Hasad

Hasad atau iri dengki bisa menghapus kebaikan secepat api membakar kayu.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Janganlah kamu dengki mendengki, jangan putus memutus hubungan persaudaraan, jangan benci membenci, jangan pula saling membelakangi. Jadilah kamu semua hamba Allah seperti saudara, sebagaimana yang diperintahkan Allah kepadamu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain:

“Jauhkanlah dirimu dari sifat dengki, karena dengki itu memakan semua kebaikan, sebagaimana api menghanguskan kayu bakar.” (HR Abu Dawud)

Sifat hasad bukan cuma berbahaya bagi hati, tapi juga menghancurkan semua amal ibadah yang sudah kita lakukan.

Tags: amal salehdosa penghapus pahala
Previous Post

Mau Rezeki Lancar? Berdoalah di 8 Waktu Mustajab Ini!

Next Post

Biar Gak Salah Kaprah, Begini Hukum dan Batas Wajar Mahar dalam Islam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks