MADANINEWS.ID, Jakarta – Memasuki bulan Muharram, umat Islam kembali diingatkan pada dua hari istimewa: Tasua (9 Muharram)dan Asyura (10 Muharram). Keduanya menjadi momentum penting dalam kalender hijriyah yang penuh keutamaan, terutama jika dilaksanakan dengan ibadah puasa. Puasa Tasua dan Asyura merupakan sunnah yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW, dan memiliki nilai spiritual serta historis yang tinggi.
Bahkan, puasa di bulan ini dinilai memiliki keutamaan lebih tinggi dibanding puasa lainnya setelah Ramadhan. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam sabda Nabi Muhammad SAW:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
Artinya: Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).
Dihimpun dari berbagai riwayat shahih dan penjelasan ulama, berikut delapan keutamaan utama dari puasa Tasua dan Asyura:
1. Puasa Sunnah Terbaik Setelah Ramadhan
Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharram.”(HR. Muslim)
2. Menghapus Dosa Setahun Lalu
Dalam hadis lain, Nabi SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.
3. Pahala Setara 30 Hari Puasa
Disebut dalam hadis, “Barang siapa berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya pahala seperti puasa 30 hari.”Keutamaannya bukan hanya sehari, tapi seperti sebulan penuh!
4. Menyelisihi Kaum Yahudi
Nabi SAW menganjurkan puasa Tasua (9 Muharram) agar umat Islam berbeda dari kaum Yahudi, yang hanya berpuasa di hari Asyura.
5. Hari yang Diistimewakan Rasulullah SAW
Ibnu Abbas RA meriwayatkan, “Aku tidak melihat Nabi SAW mengistimewakan puasa pada suatu hari selain Asyura.”Ini menandakan betapa besarnya perhatian Rasul terhadap hari ini.
6. Ikuti Sunnah dan Sempurnakan Niat
Anjuran puasa Tasua juga datang dari Nabi SAW sebagai bentuk kesempurnaan niat dalam ibadah, sekaligus untuk menguatkan sunnah dan menjauhi kemiripan dengan ibadah umat sebelumnya.
7. Pahala Luar Biasa: 10.000 Malaikat dan Derajat Syahid
Dalam sejumlah riwayat, disebut bahwa puasa Asyura disertai memberi makan orang berbuka bisa menyamai pahala 10.000 malaikat, 10.000 haji, umrah, dan derajat syahid. Wallahu a’lam, tapi ini menunjukkan betapa mulianya ibadah tersebut.
8. Muharram: Bulan Haram, Pahala Dilipatgandakan
Muharram adalah salah satu bulan haram (bulan mulia) yang disebut dalam Al-Qur’an. Amalan kebaikan di bulan ini, termasuk puasa, akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Selain mengamalkan sunnah, puasa Tasua dan Asyura juga menjadi momen refleksi spiritual di awal tahun baru Hijriah. Ini waktu yang tepat untuk membersihkan hati, memperbarui niat, dan memperkuat komitmen beribadah kepada Allah SWT.
