MADANINEWS.ID, Makkah – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan petugas khusus di sembilan titik strategis kawasan Masjidil Haram. Mereka berjaga selama 24 jam secara bergantian untuk membantu jemaah yang mengalami kesulitan, seperti tersesat, cedera ringan, hingga kehilangan sandal.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Al Rasyid, menjelaskan bahwa pihaknya telah menempatkan petugas Sektor Khusus atau Seksus di sembilan titik penting. “Masing-masing titik ditugaskan enam orang yang jam kerjanya bergantian setiap 12 jam sekali. Jadi setiap shift ada tiga petugas Seksus yang bertugas di setiap titik,” kata Harun.
Petugas ini, lanjut Harun, memiliki tugas utama memberikan perlindungan kepada jemaah, terutama yang terpisah dari rombongan atau mengalami insiden kecil. “Bagi yang kehilangan sandal, bisa menyebabkan kakinya melepuh karena cuaca yang panas. Maka Seksus akan memberikan bantuan sandal yang memang sudah kita siapkan. Atau jemaah yang mengalami kecelakaan ringan, misalkan jatuh, akan kita bantu. Mitigasi itu sudah kita lakukan,” jelasnya.
Tak hanya itu, petugas juga bersiaga untuk mengevakuasi jemaah yang membutuhkan pertolongan segera. “Seksus ini akan mengevakuasi jemaah apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan membutuhkan pertolongan. Misalnya kecelakaan ringan, terjatuh, hingga jemaah yang sakit,” tambah Harun.
Berikut lokasi sembilan titik petugas Seksus yang disebar di area Masjidil Haram:
-
Pos 1: Terminal Syib Amir
-
Pos 2: Pintu keluar Mawah
-
Pos 3: Area Sa’i (Mas’a)
-
Pos 4: Area Thawaf (Mathaf)
-
Pos 5: Pintu Babussalam
-
Pos 6: Area WC 3
-
Pos 7: ATM Center Dar At-Tawhid
-
Pos 8: Arah menuju Jarwal (Anjum Hotel)
-
Pos 9: Area Perluasan Abdullah
Pantauan tim Media Center Haji (MCH) menunjukkan para petugas ini aktif memberi arahan kepada jemaah yang kebingungan atau tersesat, termasuk mengarahkan mereka kembali ke terminal bus pengantar ke hotel.
Harun juga mengimbau agar para jemaah selalu membawa dan mengenakan kartu Nusuk saat memasuki Masjidil Haram, serta mematuhi aturan yang berlaku. Ia menegaskan sejumlah larangan yang harus dihindari jemaah.
“Tidak membuang sampah sembarangan, tidak mengambil barang yang tercecer, tidak merokok, tidak berswafoto di depan Kakbah dengan barang-barang yang dianggap dikultuskan, tidak membentangkan spanduk kelompok atau organisasi, serta tidak berkerumun dalam waktu yang lama,” pungkasnya.
