Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Kecil Usahanya, Besar Niatnya, Kisah Pasutri Serang Berangkat Haji dari Jualan Cilok

Abi Abdul Jabbar Sidik
16 May 2025 | 10:32
rubrik: Haji & Umrah
Kecil Usahanya, Besar Niatnya, Kisah Pasutri Serang Berangkat Haji dari Jualan Cilok

Jumairoh (49), warga asal Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis, (15/5/2025).

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, SERANG – Di tengah hiruk-pikuk Kota Serang, Provinsi Banten, kisah sederhana namun penuh makna datang dari pasangan suami istri penjual cilok. Dengan ketekunan dan konsistensi menabung selama bertahun-tahun, Jumairoh (49) dan sang suami kini bersiap menunaikan ibadah haji—sebuah impian besar yang akhirnya terwujud dari usaha kecil mereka.

“Alhamdulillah, tahun ini saya bersama suami bisa menjalankan ibadah haji berdua, rasanya bahagia dan bersyukur banget,” ungkap Jumairoh dengan mata berbinar, Kamis (16/5/2025).

Jumairoh bukan pebisnis besar. Sejak tahun 2000, ia berjualan cilok keliling dari pagi hingga sore, menyusuri gang dan jalanan perumahan di Cipocok Jaya. Usahanya sempat naik turun, tapi semangat dan tekadnya tak pernah surut. Ia percaya, usaha tak akan mengkhianati hasil.

Setiap rupiah yang ia kumpulkan dari berjualan tak hanya untuk kehidupan sehari-hari, tapi juga ia sisihkan untuk satu tujuan: berhaji ke Tanah Suci. Awalnya, hanya Rp10.000 per hari yang bisa ditabung. Namun, dari waktu ke waktu, jumlah itu meningkat jadi Rp500.000 per bulan. Semuanya dilakukan perlahan, dengan kesabaran dan penuh harapan.

“Sehari-hari jualan cilok keliling, kita juga sekarang mulai terima pesanan online. Hasilnya lumayan, biasa kita sisihkan untuk tabungan haji,” tuturnya.

Kini, usaha cilok yang dulunya hanya mengandalkan gerobak dorong, sudah berkembang. Setiap hari, Jumairoh bisa memproduksi sekitar 5 kilogram cilok, dengan omzet harian antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu. Sebuah angka yang cukup untuk menopang hidup dan terus melanjutkan mimpi.

Pada 2013, pasangan ini mendaftarkan diri untuk haji. Waktu menunggu yang panjang tidak memadamkan harapan mereka. Doa-doa terus dipanjatkan, cilok terus digoreng dan dijajakan. Dan tahun ini, kabar bahagia itu datang: mereka mendapatkan porsi haji.

See also  Tok! Kemenag - DPR Resmi Sepakati Biaya Haji 2025 Turun Jadi Rp55 Juta

Kini, pasangan tangguh ini tengah bersiap. Mereka dijadwalkan masuk ke asrama haji pada 16 Mei mendatang, bergabung dalam Kloter 35 dari Kota Serang.

Kisah Jumairoh dan suaminya menjadi bukti bahwa keajaiban bisa datang kepada siapa saja yang tekun, sabar, dan percaya pada kekuatan usaha kecil yang dilakukan dengan hati besar.

Tags: kisah hajipenjual cilik naik haji
Previous Post

Distribusi Kartu Nusuk Tersendat, 35 Ribu Jemaah Haji Belum Kebagian

Next Post

Fasilitasi Haji Ilegal, Dua WNI Asal Jawa Barat Ditangkap di Makkah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks