Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Teladan Rasulullah sebagai Suami dan Kepala Keluarga

Abi Abdul Jabbar Sidik
21 November 2024 | 12:24
rubrik: Gaya Hidup, Keluarga
Teladan Rasulullah sebagai Suami dan Kepala Keluarga

Ilustrasi keluarga islami. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Membicarakan akhlak Rasulullah SAW memang tak akan ada habisnya. Layaknya samudra—bahkan lebih daripada itu—semakin diselami justru semakin banyak ‘mutiara-mutiara’ akhlak mulia yang dapat kita ambil dan teladani. Termasuk di antara akhlak mulia beliau yang patut dan perlu kita ketahui ialah ketika beliau berperan sebagai suami sekaligus pemimpin dalam keluarga.

Sebelum membahas bagaimana akhlak mulia Rasulullah ketika berperan sebagai suami sekaligus pemimpin dalam keluarga, penulis ingin menegaskan bahwa Rasulullah SAW memang sangat tepat bila dijadikan suri teladan terbaik bagi umatnya dalam segala aspek kehidupan.

Sebab, selain sebagai ’sayyidul mursalin’ (pemimpin para rasul), Allah SWT juga telah mensifati dan memberi gelar istimewa kepada Rasulullah SAW sebagai ‘uswatun hasanah’ dalam Al-Qur’an sebagaimana dalam ayat berikut:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari akhir dan dia banyak menyebut Nama Allah.” (QS. Al-Ahzab [33]: 21).

Dari ayat di atas, dapat kita pahami bahwa Rasulullah SAW merupakan sosok paling ideal untuk dijadikan ‘role model’ terbaik bagi kita yang mengaku sebagai seorang muslim/ah sejati sekaligus umat istimewa Rasulullah SAW, yakni bercirikan sebagai orang-orang yang senantiasa mengharap rahmat Allah SWT dan meyakini kedatangan hari akhir (mengimani bahwa hari kiamat benar adanya dan bersiap diri menjadi pribadi yang baik untuk menghadapinya kelak), serta banyak mengingat atau menyebut asma Allah SWT.

Ketiga ciri sebagai seorang muslim-muslimah sejati tersebut dapat kita amalkan dengan mudah bila kita menjadikan Rasulullah SAW sebagai panutan. Sebab, segala sesuatu, baik yang berupa perkataan, perbuatan, budi pekerti, pemikiran, maupun lainnya, yang berasal dari Rasulullah SAW pasti merupakan suatu keteladanan yang baik, sehingga sangat patut diteladani oleh umatnya.

See also  Bagaimana Status Anak dari Pernikahan Beda Agama?

Dalam konteks berumah tangga atau berkeluarga sendiri, Rasulullah SAW merupakan figur seorang suami sekaligus pemimpin terbaik bagi keluarga beliau. Syaikh Hasan bin Ali Al-Fayumi, dalam Kitab Fath al-Qarib al-Mujib ‘ala at-Targhib wa at-Tarhib (8/627) menuqil hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah ra. terkait akhlak Rasulullah, sebagai berikut:

وَعَن عَائِشَة أَيْضًا رضي الله عنها قَالَت قَالَ رَسُول اللّه ﷺ خَيركُمْ خَيركُمْ لأهله وَأَنا خَيركُمْ لأهلي (رَوَاهُ ابْن حبَان فِي صَحِيحه)

Artinya: “Diriwayatkan dari Aisyah ra bahwasannya beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Sebaik-baiknya kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya; dan aku adalah sebaik-baiknya kalian terhadap keluargaku’. (HR. Ibnu Hibban dalam Shohih Ibnu Hibban).”

Selain sebagai pemimpin terbaik bagi keluarga beliau, Rasulullah SAW merupakan sosok suami yang di samping tak lupa menunaikan ibadah kepada Allah SWT dan senantiasa membimbing keluarganya dalam hal ini, juga ringan tangan membantu istrinya dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga.

Keteladanan beliau dalam hal ibadah, dapat kita ketahui melalui aktivitas keseharian beliau. Beliau terbiasa bangun lebih pagi (sebelum waktu subuh tiba), melaksanakan shalat malam, dan melaksanakan shalat subuh berjamaah. Melaksanakan shalat subuh secara berjamaah ini rutin dilakukan oleh beliau sebab memiliki faidah yang luar biasa, sebagaimana sabda beliau:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ. قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Artinya: “Barangsiapa yang melaksanakan shalat Subuh secara berjamaah, lalu ia duduk sambil berzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umrah.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna, dan sempurna.” (HR. Tirmidzi).

Selanjutnya, keteladanan beliau dalam hal membantu istrinya, dapat kita ketahui melalui sifat beliau yang ringan tangan dalam membantu tugas pekerjaan rumah tangga istrinya. Tentang hal ini, kita dapat membayangkan bahwa rumah tangga Rasulullah SAW dan istrinya adalah rumah tangga yang harmonis dan bahagia. Sebab, ada prinsip kesalingan dalam hal baik di dalamnya. Sayyidah Aisyah ra, istri Rasulullah SAW, menjelaskan aktivitas keseharian Rasulullah SAW dengan cukup detail sebagaimana hadits berikut:

See also  Desainer Dhyani Prima Bawakan Rancangan bertajuk Labello Keindahan Pesisir Makassar di Ajang IMFW 2018

  كَانَ بَشَرًا مِنَ الْبَشَرِ يَفْلِي ثَوْبَهُ ، وَيَحْلُبُ شَاتَهُ ، وَيَخْدُمُ نَفْسَهُ

Artinya: “Beliau manusia sebagaimana manusia yang lain. Beliau membersihkan pakaiannya, memerah susu kambingnya, dan melayani dirinya sendiri.” (HR. Ahmad).

Dalam hadits lain, dituturkan aktivitas Rasulullah SAW dalam keseharian sebagai seorang suami yang perlu diteladani adalah sering membantu istri dan bergegas shalat ketika sudah tiba waktunya.

سَأَلْتُ عَائِشَةَ ما كانَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يَصْنَعُ في بَيْتِهِ؟ قالَتْ: كانَ يَكونُ في مِهْنَةِ أهْلِهِ – تَعْنِي خِدْمَةَ أهْلِهِ – فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ خَرَجَ إلى الصَّلَاةِ.

Artinya: “Aku bertanya kepada Aisyah: ‘Apa yang dilakukan oleh Nabi SAW di rumah beliau?’, Aisyah menjawab: ‘Beliau senantiasa membantu pekerjaan rumah istrinya. Apabila tiba waktu shalat, maka beliau bangkit untuk melaksanakan shalat.’” (HR. Bukhari).

Berdasarkan keteladanan Rasulullah SAW sebagai suami dan pemimpin keluarga di atas, semestinya laki-laki muslim harus mampu meneladani sikap Rasulullah SAW yang ketika menjadi seorang suami tak lantas membuat beliau lupa akan kewajiban ibadah kepada Allah SWT. Sebaliknya, beliau justru selalu membimbing keluarganya dalam hal beribadah. Selain itu, sebagai suami, beliau juga tak enggan membantu istri beliau dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan rumah tangga.

Dengan mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW sebagai seorang suami, seorang muslim tentu dapat memiliki budi pekerti yang baik sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Sehingga, dirinya layak dijadikan ‘suami idaman’ bagi seorang muslimah salehah.

Walhasil, ketika menikah nanti, Insya allah rumah tangga yang harmonis dan bahagia akan dapat terwujud sebab terdapat prinsip kesalingan dalam kebaikan antara suami dan istri. Demikian perbincangan seputar akhlak Rasulullah SAW sebagai figur suami dan pemimpin keluarga terbaik. Semoga kita semua, khususnya para lelaki muslim, dapat mengikuti dan meniru jejak keteladanan mulia beliau menjadi seorang suami dan pemimpin terbaik bagi keluarga.

See also  Mau Lambung Aman Saat Buka Puasa? Coba Konsumsi Buah Buahan Ini!
Tags: akhlak rasulullahpernikahanrumah tanggateladan rasulullah
Previous Post

Doa Sebelum Memulai Pekerjaan agar Lancar dan Penuh Berkah

Next Post

Proses Penyediaan Layanan Jemaah Haji 2025 Dimulai Hari Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks