Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Siswa MAN 2 Malang Sabet Medali Perak di IYSIE Malaysia

Abi Abdul Jabbar Sidik
13 July 2018 | 10:11
rubrik: Gaya Hidup, Pendidikan
Siswa MAN 2 Malang Sabet Medali Perak di IYSIE Malaysia

Yusuf Gladiensyah Bihanda siswa MAN 2 Malang peraih medali perak di ajang IYSIE Malaysia. (foto:kemenag)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, Malaysia – Siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Malang meraih medali perak di ajang International Young Scientists Innovation Exhibition (IYSIE) 2018 di Malaysia. Adalah Yusuf Gladiensyah Bihanda, putra dari pasangan Slamet Hariyanto dan Bina Yekti yang meraih medali perak melalui sejumlah tahapan.

“Awalnya saya mengikuti seleksi tingkat provinsi. Dari provinsi diambil juara 1, 2 dan 3. Juara tersebut ditandingkan di Jakarta sebagai seleksi tingkat nasional. Yang terpilih dibawa ke Serbia dan Malaysia. Kebetulan tim saya lolos ke Malaysia,” terang Yusuf di Jakarta, Jumat (13/07)

Yusuf menambahkan, seleksi lomba ini melalui presentasi poster yang dipresentasikan dihadapan tiga juri ahli bidangnya. Mereka akan menilai presentasi poster tersebut berdasarkan inovasi, kebaruan, serta manfaat ke depan riset tersebut.

Yusuf membawakan riset dengan judul Ethnomathematics: Fractal Geometry in Badut Temple. Riset yang dilakukan Yusuf ini menggali keunikan motif candi dengan pendekatan matematika.

“Kami memilih pendekatan geometri fraktal. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa candi di Jawa Timur  dan Jawa Tengah memiliki tingkat keragaman yang tinggi walaupun coraknya terlihat mirip,” ujar Yusuf saat ditemui seusai penerimaan hadiah.

Dari riset tersebut, Yusuf juga menyimpulkan bahwa kerajaan-kerajaan di Jawa Timur dan Jawa Tengah memiliki hubungan yang sangat erat di masa lampau.

Tidak hanya itu, lanjut Yusuf, metode geometri fraktal ini juga  bisa digunakan sebagai metode pelacakan “DNA” motif candi atau batik Indonesia. “Ini sebagai langkah konservasi agar kebudayaan kita tidak mudah diklaim negara lain,” tandasnya

International Young Scientists Innovation Exhibition (IYSIE) 2018 merupakan Event yang berlangsung dari 9 – 13 Juli 2018  dan diikuti 200 peserta dari 17 negara diselenggarakan oleh Malaysia Young Scientist Organization (MYSO).

See also  Minum Air Saat Puasa Tak Boleh Asal, Ini Strategi 8 Gelas Sehari agar Ginjal Tetap Sehat
Tags: IYSIE 2018MAN 2 MalangYusuf Gladiensyah Bihanda
Previous Post

Presiden Apresiasi Peningkatan PDB Koperasi

Next Post

PPPA Daarul Qur’an Resmi Dapat Izin LAZNAS

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks