Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Haruskah Azan dan Iqamah saat Salat Fardhu Sendirian?

Abi Abdul Jabbar Sidik
27 July 2021 | 11:00
rubrik: Fiqih Ibadah, Islamika
Adab Saat Berada di Dalam Masjid

seorang muslim melaksanakan ibadah shalat munfarid di dalam masjid. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Pada umumnya, azan dan iqamah dikumandangkan ketika kita hendak melaksanakan shalat fardhu secara berjemaah. Sementara pada saat kita shalat fardhu sendirian, jarang kita mengumandangkan azan dan iqamah terlebih dahulu. Sebenarnya, ketika kita shalat fardhu sendirian, apakah kita disunahkan azan dan iqamah terlebih dahulu, sebagaimana sebelum shalat fardhu secara berjemaah?

Azan dan iqamah disunahkan untuk dikumadangkan dalam setiap shalat fardhu, baik dilakukan sendirian, atau berjemaah, atau shalat qadha’. Oleh karena itu, jika kita shalat fardhu sendirian, maka sebaiknya kita melakukan azan dan iqamah terlebih dahulu karena hal tersebut termasuk perkara yang disunahkan.

Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa suatu ketika Anas bin Malik masuk masjid hendak melaksanakan shalat, namun shalat berjemaah di masjid tersebut sudah dilaksanakan. Akhirnya dia shalat dan sebelum shalat, dia melakukan azan dan iqamah terlebih dahulu. Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Abdudrrazzaq dari Abu Utsman, dia berkata;

رَأَيْتُ أَنَسًا وَقَدْ دَخَلَ مَسْجِدًا قَدْ صَلَّى فِيهِ فَأَذَّنَ، وَأَقَامَ

“Aku pernah melihat Anas bin Malik masuk masjid, dan ketika itu shalat sudah selesai, lalu beliau adzan dan iqamah.”

Dalam kitab Minhaj al-Thalibin, Imam Nawawi berkata sebagai berikut;

فَصْلٌ الْأَذَانُ وَالْإِقَامَةُ سُنَّةٌ، وَقِيلَ فَرْضُ كِفَايَةٍ، وَإِنَّمَا يُشْرَعَانِ لِمَكْتُوبَةٍ، وَيُقَالُ فِي الْعِيدِ وَنَحْوِهِ: الصَّلَاةَ جَامِعَةً. وَالْجَدِيدُ: نَدْبُهُ لِلْمُنْفَرِدِ

“(Pasal) hukum azan dan iqamah adalah sunah. Tetapi ada ulama yang mengatakan, fardhu kifayah. Azan dan iqamah hanya dilakukan untuk shalat wajib. Sementara untuk Shalat ‘Id dan sejenisnya cukup dengan ‘As-shalatu jami‘ah.’ Menurut qaul jadid, azan dianjurkan bagi orang yang shalat sendirian.”

Ketika melakukan azan dan iqamah untuk shalat fardhu sendirian, kita tidak perlu mengeraskan suara hingga didengar orang lain. Akan tetapi cukup dengan suara pelan sekiranya didengar oleh diri kita sendiri. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Mughni al-Muhtaj berikut;

See also  Cara Salat Qashar Lengkap dengan Niat dan Syaratnya

ويكفي في أذانه إسماع نفسه بخلاف أذان الإعلام للجماعة فيشترط فيه الجهر بحيث يسمعونه

“Cukup azannya munfarid (orang yang shalat fardhu sendirian) terdengar oleh telinganya sendiri. Hal ini berbeda dari azan pengumuman masuk waktu dengan tujuan shalat berjamaah yang tentu saja disyaratkan dengan suara keras agar terdengar oleh mereka.”

Tags: azaniqamahsalat fardhu
Previous Post

Ragam Manfaat Kuning Telur bagi Kesehatan

Next Post

Festival Ekonomi Syariah 2021 KTI Resmi Dibuka Hari Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks