Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Banyak Santri Berjiwa Entrepreneur, Kemenkop Akan Kembangkan Koperasi Pesantren

AS
10 December 2020 | 16:24
rubrik: News
Banyak Santri Berjiwa Entrepreneur, Kemenkop Akan Kembangkan Koperasi Pesantren
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mengatakan, Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) menjadi salah satu fokus utama implementasi pengembangan ekonomi syariah di sektor riil. Apalagi kini, menurutnya, banyak generasi muda santri yang memiliki jiwa kewirausahaan.

“Koppontren banyak melibatkan generasi muda santri untuk mengembangkan diri menjadi santripreneur. Jadi santri memiliki jiwa kewirausahaan,” ujar Teten melalui siaran persnya, Rabu (9/12/2020).

Ia menjelaskan, berdasakan data Online Data Sistem (ODS) Kementerian Koperasi dan UKM per 30 Juni 2020, jumlah Koppontren mencapai 2.428 unit. Sementara jumlah anggotanya menembus 90.044 orang. “Koppontren dapat menjadi pusat pengembangan koperasi pangan,” ungkapnya.

Ia pun mencontohkan, model bisnis di Koppontren Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Model bisnis Koppontren tersebut, kata dia, yakni membuat petani atau pekebun menjadi anggota Koppontren. Lalu Koppontren Al-Ittifaq yang telah terhubung dengan pembiyaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) membeli produk petani atau pekebun.

Kemudian, Koppontren berperan dalam pengemasan dan pengawasan mutu produk sayur-mayur dan mengatur masa tanam. Koppontren juga melakukan fungsi distribusi atau mencarikan pasar, mereka telah menyuplai ke ritel besar seperti Aeon, Lulu Supermarket, All fresh, dan lainnya. Koperasi juga mengarahkan ke pasar ekspor. “Selain itu, Koppontren dapat juga berperan sebagai pusat pendidikan dan inkubasi bisnis. Sehingga menciptakan generasi pengusaha muda,” pungkas Teten.[]

See also  Pelatihan dan Akses Pasar Gagal Dongkrak Rasio Kewirausahaan, Pemerintah Hadirkan Iklim Usaha Baru
Tags: KemenkopKoppontrenteten masduki
Previous Post

BPJPH, KNEKS dan BPOM RI Kompak Edukasi Sertifikasi Halal Bagi UMK

Next Post

Kemenag dan Komisi VIII Bahas Mitigasi Penyelenggaraan Haji 2021

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks