MADANINEWS.ID, JAKARTA — Menteri Agama Fachrul Razi menerima kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri. Hadir mendampingi, Dirjen Bimas Islam yang juga Plt Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Fuad Nasar, serta Sekretaris Menag Khairul Huda Basyir. Pertemuan membahas kelanjutan kerjasama di bidang pendidikan dan bimbingan masyarakat Islam.
Indonesia – UEA telah menjalin kesepakatan kerjasama. Ada 28 kesepakatan dan yang terkait dengan tugas Kementerian Agama antara lain: pengembangan e–learning madrasah dan pengiriman imam masjid ke UEA.
Kegiatan itu sudah kami siapkan di sini dengan sebaik-baiknya,” terang Menag Fachrul Razi di Jakarta, Senin (06/07).
Menag Fachrul bercerita saat dirinya berkunjung ke Grand Mosque Abu Dhabi. Menag mengaku kagum dengan bangunan dan toleransi di sana. Menag juga kagum dengan kulaitas cetakan Al Quran UEA yan tipis, kuat, bersih dan enak dibaca.
“Saya juga bertemu dengan para imam masjid asal Indonesia yang bertugas di sana. Mereka senang diperlakukan dengan baik,” ujar Menag.
“Semoga kita bisa bekerjasama terus,” lanjut Menag.
Dubes UEA untuk Indonesia Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri menjelaskan bahwa dirinya baru lima bulan bertugas di Indonesia. Dia terkesan dengan kebesaran dan keindahan Indonesia.
“Saya tiba di Indonesia sejak 5 bulan lalu. Saya merasa di negeri sendiri, di tengah keluarga sendiri,” ucapnya.
Targetkan Ada 200 Imam Masjid asal Indonesia
Kepada Menag Dubes UEA menyampaikan bahwa Indonesia dan UEA juga telah menjalin kerjasama dalam pengiriman Imam Masjid. Saat ini tercatat ada 13 Ustadz asal Indonesia yang bertugas sebagai Imam Masjid di UEA. Ke depan, UEA menargetkan ada 200 imam yang bertugas di sana.
“Target kami, ada 200 imam masjid dari Indonesia untuk ditempatkan di UEA dalam tiga tahun ke depan,” ujar Dubes UEA Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri.
“UEA saat ini sudah melakukan interview lagi kepada para calon imam masjid,” lanjutnya.
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin yang ikut mendampingi Menag menambahkan, untuk tahun 2020, rencananya akan dinominasikan 50 imam masjid untuk dikirim ke UEA. Mereka akan diikat dengan perjanjian kerjasama selama bertugas di UEA. “Keluarga para imam juga akan ditanggung,” tuturnya.
Selain pengiriman Imam Masjid, kerjasama Indonesia dan UEA juga terjalin pada pengembangan e–learning madrasah. Dubes UEA menjelaskan bahwa sudah ada kesepakatan pendahuluan. Dia berharap dalam waktu dekat ada kesepakatan projek yang saat ini masih dilakukan pembahasan. “Semoga bisa diselesaikan dalam beberapa pekan ke depan,” harapnya.
Menag Fachrul menyampaikan apresiasi kepada UEA atas kerja sama yang terjalin dengan baik selama ini. Menag juga bercerita tentang pengalamannya saat berkunjung ke Grand Mosque Abu Dhabi. Menag mengaku kagum dengan kemajuan pembangunan dan toleransi di sana. Menag juga kagum dengan kulaitas cetakan Al Quran UEA yan tipis, kuat, bersih dan enak dibaca.
“Saya juga bertemu dengan para imam masjid asal Indonesia yang bertugas di sana. Mereka senang diperlakukan dengan baik,” ujar Menag.
“Semoga bisa diselesaikan dalam beberapa pekan ke depan,” harapnya.
