MADANINEWS.ID, JAKARTA — Jumlah pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia terus bertambah. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menuturkan pemerintah sudah memeriksa lebih dari 6.500 spesimen terkait Covid-19. Berdasarkan data pemerintah, terdapat 1.285 kasus Covid-19 per Minggu (29/3/2020) siang. Jumlah tersebut bertambah sebanyak 130 kasus dari total 1.155 kasus pada Sabtu (28/3/2020).
“Ada penambahan kasus baru positif sebanyak 130 orang, sehingga jumlah sekarang menjadi 1.285 (kasus),” kata Yurianto saat memberikan keterangan pers di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu.
Dari data itu, terdapat 64 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Terjadi penambahan sebanyak lima pasien yang sembuh dibanding data sebelumnya. Kemudian, pasien yang meninggal dunia bertambah sebanyak 12 orang dengan total 114 pasien.
Fenomena merebaknya virus corona di tanah juga disoroti oleh salah satu dai kenamaan Indonesia, Ustadz Abu Fida. Dalam kajian onlinenya melalui akun Instagram pribadinya di @AbuFida.tj, beliau memberikan 3 jenis golongan manusia ketika masa Pandemi corona ini.
Golongan pertama adalah Golongan manusia yang hanya melakukan pendekatan akal saja. Hanya ikhtiar tidak berdoa kepada Allah SWT. Padahal sudah jelas dalam firman Allah QS Al Taghobun: 11.
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,”
Golongan kedua adalah golongan manusia yang hanya mengandalkan kedekatannya kepada Allah SWT (akal budi) tapi tidak ikhtiar. Golongan ini hanya sibuk berdoa, namun tidak mentaati peraturan pihak-pihak terkait.
Golongan Terkahir adalah Golongan manusia cerdas. Golongan manusia ini adalah golongan yang menggabungkan kedekatan akal juga mengandalkan kedekatannya kepada Allah SWT yakni berikhtiar dan bertawakal. Mengikuti perintah pihak-pihak terkait agar tetap di rumah, tetap berdoa kepada Allah SWT dan memohon kepada Allah SWT agar wabah ini segera berakhir.
Adapun mengenai firman Allah Ta’ala,
{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)
Menurut Ustadz Abu Fida yang harus dilakukan pada masa social distancing adalah
– Perbanyak beribadah dan baca Al Quran di rumah
– Sabar
– Berdiam diri di rumah
– Sedekah
– Taat pada Rasulullah dan Pemimpin
