Rumah Zakat Luncurkan Wakaf Saham

Penulis Abi Abdul Jabbar

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Rumah Zakat bersama MNC Sekuritas didukung oleh Bursa Efek Indonesia Pasar Modal Syariah telah meluncurkan wakaf saham, salah satu jenis wakaf produktif dan tergolong aset bergerak. Mekanisme wakaf saham serupa dengan mewakafkan harta lainnya, hanya saja berbentuk saham. 

CEO Rumah Zakat Nur Efendi menyampaikan,  hakikatnya wakaf hanya dipergunakan untuk kemaslahatan umat. Harta wakaf yang dititipkan kepada lembaga wakaf, atau yang disebut nadzir harus diproduktifkan, sehingga menghasilkan manfaat bagi orang yang membutuhkan. 

“Kami meyakini bahwa wakaf merupakan instrumen yang  sangat penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat Indonesia” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/1).

Nur Efendi pun berharap dengan program ini, pemahaman umat muslim pada wakaf semakin meningkat. Dia menekankan wakaf bisa menjadi salah satu jalan untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia 

“Pemanfataan wakaf saham akan mendukung pergerakan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Masyarakat (Bummas) yang menaungi potensial untuk tumbuh besar di 2.814 titik desa berdaya  yang tersebar di seluruh Indonesia” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina menyambut positif kerja sama yang baru terjalin ini. “Perkembangan pasar modal syariah di Indonesia saat ini juga berbanding lurus dengan pertumbuhan investor syariah MNC Sekuritas,” katanya.

Tidak tanggung-tanggung, peningkatan jumlah investor syariah MNC Sekuritas per Desember 2019 mencapai 78% dibandingkan dengan 2018. Menurutnya, sebagai sekuritas yang memiliki wakaf digital pertama di Indonesia, MNC Sekuritas berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi di berbagai wilayah Indonesia. “

“Melalui 134 point of sales, kami optimis peningkatan investor syariah, termasuk wakif yang berwakaf melalui MNC Wakafku, akan semakin signifikan pada tahun ini. Dengan sistem yang canggih dan praktis, berwakaf saham dan uang yang ada di Rekening Dana Nasabah (RDN) dapat lebih mudah dan fleksibel,” jelas Susy.

Rumah Zakat mengakui bukanlah perjalanan mudah untuk mensosialisasikan wakaf produktif di Indonesia. Pada awal perjalanannya, Rumah Zakat mulai memperkenalkan wakaf lewat program-program charity seperti wakaf jembatan, wakaf sumur air, mesjid, dan penyediaan berbagai fasilitas umum.

Pada tahap selanjutnya, Rumah Zakat mulai beralih menawarkan wakaf untuk dikelola sebagai aset produktif. Dimana dana wakaf dialokasikan untuk pengelolaan kebun produktif, sekolah, dan juga klinik.

Kini Rumah zakat mulai bergerak untuk mengelola wakaf saham. Disini, Wakif bisa mewakafkan seluruh harta namun tetap mempertahankan pokoknya sebagai bagian dari wakaf. Pemanfaatan saham akan disesuaikan dengan akad wakaf. Dengan adanya wakaf saham, investor akan melakukan dua hal bersamaan yaitu investasi sekaligus kegiatan sosial. 

Peluncuran Wakaf saham ini ditandai dengan Penandatanganan nota kesepahaman kemitraan wakaf saham yang dilakukan oleh CEO Rumah Zakat Nur Efendi dan Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina

BACA JUGA

Tinggalkan komentar