Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Ada Gerhana Matahari Cincin, Begini Niat dan Tata Cara Shalat Khusuf

Abi Abdul Jabbar Sidik
26 December 2019 | 09:47
rubrik: Fiqih Ibadah
Ada Gerhana Matahari Cincin, Begini Niat dan Tata Cara Shalat Khusuf

Penampakan Gerhana Matahari Cincin. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Kementrian Agama, melalui Dirjen Bimas Islam menghimbau kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk melaksanakan shalat gerhana matahari cincin yang akan terjadi pada hari ini tanggal 26 Desember 2019. Dalam himbauannya tersebut, Kemenag menyebutkan bahwa gerhana matahari cincin akan terjadi pada pukul 12.15 hingga 12.19 WIB.

Fenomena gerhana matahari cincin secara umum menyapa tujuh provinsi di Indonesia yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. Sementara daerah lain hanya terjadi gerhana matahari sebagian berkisar 60 hingga 94 persen.

Terjadinya gerhana matahari cincin adalah murni tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Hal ini pun telah ditegaskan oleh Nabi Saw. di dalam sabdanya di mana ketika itu terjadi gerhana Matahari yang bertepatan dengan kematian putra Nabi Saw. bernama Ibrahim.

Dan orang-orang banyak yang menyangka bahwa terjadinya fenomena alam berupa gerhana tersebut lantaran tanda atas kematian Ibrahim. Mendengar hal itu Nabi Saw. bersabda:

إِنَّ اَلشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اَللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اَللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى تَنْكَشِفَ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda dari diantara tanda-tanda (kekuasaan) Allah, keduanya tidak mengalami gerhana karena matinya dan hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihatnya, berdoalah kalian kepada Allah, shalatlah hingga tersingkap kembali. Muttafaqun Alaih.

Adapun gerhana matahari dalam bahasa Arab disebut “kusuf”. Saat terjadi fenomena gerhana matahari cincin seperti ini kita dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunah dua rakaat atau shalat sunah kusuf. Shalat sunah ini terbilang sebagai sunah muakkad.

و) القسم الثاني من النفل ذي السبب المتقدم وهو ما تسن فيه الجماعة صلاة (الكسوفين) أي صلاة كسوف الشمس وصلاة خسوف القمر وهي سنة مؤكدة

“Jenis kedua adalah shalat sunah karena suatu sebab terdahulu, yaitu shalat sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah yaitu shalat dua gerhana, shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan. Ini adalah shalat sunah yang sangat dianjurkan,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zein, Bandung, Al-Maarif, tanpa keterangan tahun, halaman 109).

See also  Keutamaan Melangsungkan Pernikahan di Hari Jumat

Secara umum pelaksanaan shalat gerhana matahari diawali dengan shalat sunah dua rakaat dan setelah itu disusul dengan dua khutbah seperti shalat Idul Fitri atau shalat Idul Adha di masjid jami. Hanya saja bedanya, setiap rakaat shalat gerhana matahari dilakukan dua kali rukuk. Sedangkan dua khutbah setelah shalat gerhana matahari tidak dianjurkan takbir sebagaimana khutbah dua shalat Id.

Jamaah shalat gerhana matahari adalah semua umat Islam secara umum seperti jamaah shalat Id. Sedangkan imamnya dianjurkan adalah pemerintah atau naib dari pemerintah setempat.

Sebelum shalat ada baiknya imam atau jamaah melafalkan niat terlebih dahulu sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الكسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal kusûfi rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

“Saya shalat sunah gerhana matahari dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Adapun secara teknis, shalat sunah gerhana matahari adalah sebagai berikut:

1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.

2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu dibaca dengan jahar (lantang).

4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.

5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.

6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.

7. Itidal. Baca doa i’tidal.

8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.

9. Duduk di antara dua sujud

10. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.

11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

See also  Panduan Shalat Tarawih di Rumah selama Masa Covid-19

12.Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada diri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa. Sedangkan pada diri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.

13. Salam.

14. Imam atau orang yang diberi wewnang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, taubat, sedekah, memerdedakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.

Apakah boleh dibuat dalam versi ringkas? Dalam artian seseorang membaca Surat Al-Fatihah saja sebanyak empat kali pada dua rakaat tersebut tanpa surat panjang seperti yang dianjurkan? Atau bolehkah mengganti surat panjang itu dengan surat pendek setiap kali selesai membaca Surat Al-Fatihah? Boleh saja. Ini lebih ringkas seperti keterangan Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam I’anatut Thalibin berikut ini.

ولو اقتصر على الفاتحة في كل قيام أجزأه، ولو اقتصر على سور قصار فلا بأس. ومقصود التطويل دوام الصلاة إلى الانجلاء

“Kalau seseorang membatasi diri pada bacaan Surat Al-Fatihah saja, maka itu sudah memadai. Tetapi kalau seseorang membatasi diri pada bacaan surat-surat pendek setelah baca Surat Al-Fatihah, maka itu tidak masalah. Tujuan mencari bacaan panjang adalah mempertahankan shalat dalam kondisi gerhana hingga durasi gerhana bulan selesai,” (Lihat Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I’anatut Thalibin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz I, halaman 303).

Selagi gerhana matahari berlangsung, maka kesunahan shalat dua rakaat gerhana tetap berlaku. Sedangkan dua khutbah shalat gerhana matahari boleh tetap berlangsung atau boleh dimulai meski gerhana matahari sudah usai. Demikian tata cara shalat gerhana matahari berdasarkan keterangan para ulama.

See also  Bagaimana Status Anak dari Pernikahan Beda Agama?
Tags: gerhana matahari cincin
Previous Post

PermataBank Syariah Luncurkan PermataKPR iB Bijak

Next Post

FORJIM Ajak Wartawan Tangkal Hoaks Kasus Uighur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks