Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Borobudur Writers and Cultural Festival, Ajang Temu Penulis dan Budayawan Kembali Digelar

Irawan Nugroho
8 November 2019 | 10:12
rubrik: Indeks
Borobudur Writers and Cultural Festival, Ajang Temu Penulis dan Budayawan Kembali Digelar
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) akan kembali diselenggarakan di Yogyakarta dan Magelang tanggal 21-23 November 2019 ini. Penyelenggaraan tahun ini, menandapi penyelenggaraannya yang ke-8.

Menurut Ketua Panitia BWCF Seno Joko Suyono, BWCF 2019 akan mengambil tema “Tuhan dan Alam : Membaca Ulang Panteisme – Tantrayana dalam Kakawin dan Manuskrip-Manuskrio Kuno”. Panteisme sendiri merupakan tema yang sering diulas oleh Romo Zoetmulder.

“Panteisme adalah suatu paham fisafat dan teologi yang beranggapan bahwa tuhan dan alam adalah sesuatu yang tak bisa dipisahkan,” kata Seno dalam konperensi pers yang diselenggarakan di Cemara 6 Galeri Museum, Jakarta, Kamis (7/11).

Menurut Seno kembali, BWCF 2019 selain ingin mengangkat tema tersebut juga ingin mendiskusikan bahwa gagasan yang demikian, sejatinya bukan hanya dikenal dalam pemikiran Hindu-Buddhis Jawa Kuno. Namun, sampai pada pemikiran tasawuf muslim yang kemudian berkembang di Nusantara.

Di samping tema Panteisme, kegiatan BWCF 2019 juga akan mengupas secara mendalam apa yang disebut dengan pemikiran Tantrayana. Untuk itu, dalan kegiatan BWCF 2019, dijadwalkan hadir berbagai pakar untuk membahas Panteisme dan Tantrayana di Nusantara.

Berbeda dengan sebelumnya, Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) untuk tahun ini akan digelar di Hotel Tentrem Yogyakarta, kawasan Candi serta Hotel Manohara Borobudur dan Rumah Doa Bukit Rhema atau yang dikenal dengan nama Gereja Ayam, Magelang.*(Ed.i)

See also  Tiga Golongan Manusia di Masa Pandemi Corona
Tags: BWCF
Previous Post

6 Manfaat Garam Kristal Himalaya bagi Tubuh

Next Post

Berbicara Saat Khutbah Jumat Berlangsung, Bagaimana Hukumnya?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks