Home News Program Baru Kemenkop Tidak Sentuh Koperasi

Program Baru Kemenkop Tidak Sentuh Koperasi

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Rapat Kerja dengan DPR RI Komisi VI dengan agenda perkenalan Anggota Komisi VI yang baru, sekaligus membahas target penyelesaian road map 5 Tahun Kementerian/lembaga di Gedung Nusantara 1 DPR RI. Jakarta, Rabu (7/11/2019).

MADANINEWS.ID, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Mohamad Idris Laena dalam Rapat Kerja Menteri Koperasi dan UKM bersama Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (7/11), mempertanyakan lima program strategis yang dicanangkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ternyata tidak menyentuh koperasi dan hanya fokus pada UKM.

“Tidak ada program tentang koperasinya, ini perlu mindset harus disamakan dulu. Ada hal yang berbeda ketika bicara tentang koperasi dan UKM. Kita harus bedakan dulu koperasi ya koperasi dan UKM ya UKM,” kata Idris.

Karena itu Idris mengusulkan agar ke depan dilakukan restrukturisasi manajemen di lingkup Kementerian Koperasi dan UKM.

“Perlu ada deputi yang mengurus soal koperasi, dan khusus deputi yang mengurus UKM karena ini dua hal yang berbeda,” kata Idris.

Anggaran Pemberdayaan Koperasi Terlalu Kecil

Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pagu alokasi anggaran Kementerian Koperasi dan UKM untuk 2020 hanya sebesar Rp972,3 miliar. Anggaran pemberdayaan koperasi tersebut dinilai masih terlalu kecil, jika diharapkan mampu mengembalikan kejayaan koperasi dan mewujudkannya sebagai soko guru perekonomian nasional.

Dari jumlah itu program penguatan kelembagaan koperasi sebesar 3 persen dan program peningkatan penghidupan berkelanjutan berbasis usaha mikro sebesar 9 persen dari total anggaran.

“Anggaran terbesar dialokasikan untuk program peningkatan daya saing UMKM dan koperasi yang mencapai 56 persen dari seluruh total anggaran,” katanya.

Sementara sisanya digunakan untuk program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kementerian Koperasi dan UKM dan program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya.

Kecilnya Anggaran Cermin Diabaikannya Koperasi

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Golkar Lamhot Sinaga mengatakan anggaran koperasi yang kecil menjadi cermin dan bentuk tidak ada kepedulian kepada koperasi sementara di satu sisi koperasi diharapkan menjadi soko guru perekonomian nasional.

“Permintaan kami koperasi harus dihidupkan kembali, kembalikan koperasi yang pernah berjaya di masa lalu yang bisa menopang ekonomi rakyat Indonesia secara luas. Apakah dengan pos anggaran yang kecil apa bisa, tapi dengan segala kreativitas Pak Teten kami percaya itu bisa dilakukan,” kata Lamhot.

LPDB-KUMKM Belum Digulirkan  

Sementara anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN Nasril Bahar mempertanyakan eksistensi Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) apakah akan dipertahankan atau tidak ke depan.

“Dalam dua tahun mati suri, menitipkan uang negara kepada perbankan padahal semestinya dana bergulir digulirkan ke koperasi dan UMKM,” kata Nasril.*(Ed.i)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here