Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Ahli Falak se-Asean Berkumpul di Yogyakarta Bahas Kriteria Penanggalan Hijriah

Abi Abdul Jabbar Sidik
9 October 2019 | 13:45
rubrik: Nusantara
Ahli Falak se-Asean Berkumpul di Yogyakarta Bahas Kriteria Penanggalan Hijriah

Ilustrasi Penanggalan Dan Bulan Islam. foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, YOGYAKARTA — Sejumlah ahli astronomi atau ahli falak di ASEAN berkumpul di Yogyakarta untuk menentukan kriteria awal mula penentuan bulan hijriyah yang jadi landasan bagi umat muslim.

Anggota Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama (Kemenag), Mutoha Arkanuddin mengatakan sebetulnya sudah ada kesepakatan antarnegara yang tergabung dalam Majelis Agama Islam Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

“Dulu kami ada kesepakatan untuk menentukan penanggalan Islam. Kami kan serumpun, seharusnya kalau merayakan Idul Fitri kan bersama-sama,” kata Mutoha, pada pertemuan ahli falak ASEAN di Yogyakarta, Rabu (9/10/2019).

Menurut dia, dalam MABIMS telah ada kesepakatan untuk penanggalan baru yakni dengan acuan ketinggian hilal 2 derajat dengan elongasi 3 derajat dan umur hilal setelah bulan baru selama 8 jam.

“Namun, kesekapatan ini tak dijalankan negara-negara yang tergabung. Indonesia masih mengacu kesepakatan. Justru di Indonesia sendiri terjadi perbedaan antarormas,” ujar dia.

Menurutnya, para ahli falak dimungkinkan hasilkan acuan baru setelah kesepakatan yang telah dibuat. Dalam pertemuan ini ada 4 perwakilan dari negara di luar Indonesia, sedangkan dari tuan rumah ada ahli falak dari kampus dan organisasi keagamaan.

Ia juga menyebut, salah satu target pertemuan ahli falak ini untuk hasilkan kesepakatan yang berujung fatwa oleh Majelis Ulama Indonesia terkait acuan penanggalan baru. Hal ini, kata dia, diharapkan dapat menyatukan umat Islam melalui ormas besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah lewat metode penentuan tanggal yang sama.

“Tentunya ketika bisa melakukan sebuah perayaan dalam suasana kebersamaan akan bagus daripada merayakan secara berbeda,” kata dia.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menambahkan, ahli falak harus menyikapi perkembangan teknologi untuk tentukan bulan baru dalam penanggalan Islam (hijriyah).

See also  Saudi Bagikan 200.000 Menu Iftar Ramadhan di Masjidil Haram Setiap Harinya

“Kita berusaha menyamakan persepsi terkait dengan perkembangan teknologi untuk tentukan tanggal tertentu seperti memulai dan mengakhiri Ramadan, juga untuk Idul Adha,” kata dia.

Ia berharap agar para ahli dapat rendah hati dalam menentukan penanggalan dengan mengutamakan kemaslahatan.

“Harapan saya adanya kesepakatan, kesamaan cara pandang, lalu terbangun konsesus yang menghasilkan kemaslahatan bersama,” imbuhnya.

Tags: ahli falakbulan hijriahpenanggalan islamtahun hijriah
Previous Post

Lima Poin yang Disoroti Menag dalam Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2019

Next Post

Makna Sabar Menurut Al-Quran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks