MADANINEWS.ID, JAKARTA — Sebagai upaya untuk memaksimalkan penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, PT Privy Identitas Digital (PrivyID) yang merupakan perusahaan perintis di bidang regulatory technology (regtech) menjalin kerjasama dengan PT Investree Radhika Jaya (Investree), sebuah perusahaan pionir teknologi finansial marketplace lending.
CEO PrivyID, Marshall Pribadi dalam acara peresmian kerja sama Investree dan PriviID di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (18/9) menuturkan kolaborasi ini merupakan upaya kedua perusahaan untuk mengoptimalkan waktu proses registrasi dan menurunkan risiko penipuan identitas pribadi.
“Tanda tangan digital menggunakan teknologi kriptografi. Sederhananya, setiap penanda tangan diberikan semacam password yang sangat panjang, saat pengguna akan melakukan tandatangan mereka akan mengenkripsi atau mengancak dokumen menggunakan kode,” kata Marshall.
Marshall mengatakan, dengan menggunakan tandatangan digital tersebut sulit untuk merubah data. Bila terdapat perubahan, maka setiap perubahan dokumen yang telah ditanda tangani akan terekam sehingga sangat sulit juga disalah gunakan.
“Tanda tangan digital PrivyID memiliki beberapa keunggulan. Pertama, Penandatanganan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa harus bertatap muka. Kedua, proses bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari satu menit. Ketiga, tanda tangan digital PriviyID lebih aman karena mampu melakukan verifikasi identitas penandatangan sekaligus memastikan autentisitas isi dokumen elektronik,” jelas Marshall.
Ia menambahkankan tingginya jumlah pengakses teknologi di Indonesia berbanding terbalik dengan jumlah pengguna layananan finansial yang hanya mencapai lima persen dari total 64 persen pengguna internet. Marshall berharap, dengan adanya kerja sama dengan Investree bisa meningkatkan layananan finansial yang terdigitalisasi tersebut.
CO-Founder dan CEO Investree, Adrian Gunandi mengatakan, industri fintech perlu didukung dengan infratsruktur Signature Digital seperti PrivyID. Menggandeng PrivyID sebagai patner bukan tanpa alasan.
PriviID merupakan penyelenggara sertifikat elektronik yang sudah mendapat sertifikasi oleh Kominfo dan mendapat izin OJK, kolaborasi ini tentu mampu meningkatkan user experience, dan mendorong peningkatan jumlah borrower dan lender di perusahaan kami,” ujarnya.
Kini pengguna Investre bisa menandatangani perjanjian pinjaman dengan akun PrivyID yang mereka miliki. “Prosesnya bakal lebih optimal. Dari sisi kemudahan, tentu ada dan dari sisi aspek legalitas juga terjamin,” kata Adrian.
Sejak didirikan tahun 2016 lalu, saat ini PrivyID tercatat sebagai satu-satunya penyelenggara Inovasi Keuangan Digital klaster e-KYC (Electronic Know Your Customer) di OJK. CEO PrivyID, Marshall Pribadi, menyebutkan, saat ini PrivyID telah digunakan oleh 4,5 juta individu dan 205 perusahaan di Indonesia.
“Kami harap, kerja sama antara Investree dan PrivyID bisa memudahkan para pelanggan Investree dalam mempercepat prosedur pencairan pinjaman dan meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat pada umumnya,” ujar Adrian.
