Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

MUI dan ME Creative Luncurkan IShalat, Buku Panduan Shalat dengan Teknologi AR

Abi Abdul Jabbar Sidik
14 August 2019 | 11:01
rubrik: Nusantara
MUI dan ME Creative Luncurkan IShalat, Buku Panduan Shalat dengan Teknologi AR

Buku iShalat Tuntunan Shalat berteknologi 3D augmented reality (AR) yang diluncurkan ME Creative di kantor MUI Pusat, Selasa (13/8). (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia bersama ME Creative, sebuah Perusahaan bidang teknologi informasi dan multimedia, meluncurkan buku panduan ibadah shalat di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Selasa (13/08). Buku tuntunan salat bernama IShalat ini berisi panduan salat disertai dengan perpaduan teknologi digital 3D Augmented Reality (AR).

Buku iShalat menjelaskan bacaan dan tata cara beribadah shalat secara perinci. Dengan demikian, pembaca dapat memahaminya dengan lebih mudah. Sebab, teknologi 3-D augmented reality membuat pembaca bisa memahami secara visual tata cara wudhu dan shalat pada tiap lembaran buku tersebut dengan menggunakan ponsel (smartphone).

Direktur Utama ME Creative, Hilmi Zulhelmi mengatakan, ME Creative sudah berkiprah di industri kreatif sejak 2017. Awalnya, ME Creative membuat kartu-kartu berteknologi augmented reality yang mengandung konten tuntunan shalat. Ternyata animo masyarakat terhadap produk itu terbilang tinggi.

“Tapi ada beberapa orang yang bilang kartu tersebut banyak tercecer, akhirnya kita diskusi sama Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) untuk kolaborasi dan membuat buku,” kata Hilmi usai peluncuran buku iShalat di Kantor MUI Pusat, Selasa (13/8).

Menurut Hilmi berdasar sebuah studi tentang pendidikan mengungkapkan bahwa sajuan informasi yang berupa audiovisual lebih bisa membuat anak-anak paham. Sekarang, anak-anak pun cenderung akrab dengan gawai (gadget) bahkan daripada buku.

“Maka kita coba gabungkan buku dengan teknologi (augmented reality), kita ME Creative ingin fokus bagaimana supaya teknologi bukan menjadi musuh, tapi teknologi bisa menjadi media untuk dakwah,” ujarnya.

Terkait konten tuntunan shalat di dalam buku iShalat, Hilmi mengatakan, ME Creative meminta pandangan dan masukan ke MUI.

“Seluruh penjelasan dan panduan shalat yang terdapat di dalam buku iShalat telah diverifikasi oleh Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Juga telah ditashih oleh Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) MUI,” papar Hilmi.

See also  Kemenag–BMKG Perkuat Sinergi Layanan Hisab Rukyat

Sementara itu Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi KH Masduki Baidlowi menyampaikan apresiasi atas peluncuran buku iShalat. Ia  menilai, buku berkonten dakwah Islam tersebut merupakan salah satu produk hasil industri digital yang cocok untuk kaum milenial.

“Saya mengapresiasi buku iShalat karena tidak banyak aparat negara yang peduli dengan perkembangan teknologi digital terlepas diri produknya apa,” kata KH Masduki.

KH Masduki menuturkan buku iShalat yang dibuat ME Creative dan diterbitkan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sudah masuk ke wilayah industri 4.0. Menurut dia, industri keempat adalah kondisi yang tidak terelakkan di negara manapun.

Industri 4.0 juga akan berdampak pada dunia dakwah dan agama. Oleh karena itu, seluruh organisasi agama harus menyongsong era digital ini. Kalau tidak demikian, maka dikhawatirkan dakwah tak menyentuh kalangan milenial.

“Jadi, kalangan milenial dunianya adalah dunia digital. Dunia dakwah harus mengarah ke sana agar tidak ketinggalan,” ujarnya.

Menurutnya, tuntunan ibadah lain seperti zakat, puasa, haji dan umrah bisa dibuat digital dengan menggunakan teknologi seperti yang diterapkan dalam buku iShalat. Teknologi yang diterapkan dalam buku oleh ME Creative sebagai bagian dari peningkatan literasi.

Sebab, KH Masduki menilai, Indonesia termasuk negara yang pemakaian digital dan media sosialnya intensif tapi literasi masyarakatnya masih kurang. Apa yang telah dilakukan ME Creative dan Perum PNRI bagus sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi masyarakat.

Tags: IShalatKH Masduki BaidlowiME CreativeMUIPanduan Shalat
Previous Post

Presiden Terbitkan Perpres Pengesahan Statuta Institut Standar Negara Islam

Next Post

Sambut Hari Santri Nasional, Kemenag Gelar Santri Milenial Competitions 2019

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks