MADANINEWS.ID, Tangerang – Rulli Nuryanto selaku Deputi Pengembangan SDM Kementrian Koperasi menegaskan, peran fasilitator penting terutama dalam memberikan ilmu kepada SDM Koperasi dan UKM sesuai kompetensinya. Khususnya dalam bidang pengelolaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan unit simpan pinjam koperasi dan pengelolaan ritel koperasi.
Pada acara Pelatihan dan Uji Kopetensi bagi Fasilitator SDM KUKM bidang Koperasi Simpan Pinjam dan Ritel Koperasi, 30 Juli 2019, Rulli menegaskan bahwa tujuan pelatihan ini adalah agar para fasilitator KUKM dapat menciptakan SDM yang professional dan juga berdaya saing.
Peserta yang ikut dalam acara ini berasal dari 14 Provinsi di Indonesia. Di depan para peserta, Rulli menyebutkan, di era Revolusi Industri 4.0 saat ini, koperasi harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dinamika kehidupan yang saat ini sangat dipengaruhi juga oleh perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat.
“Di bidang ritel misalnya, koperasi dan pelaku UMKM kita juga harus mampu memanfaatkan platform e-commerce atau mengembangkan marketplace untuk memperkuat penetrasi pasar”, ujar Rulli.
Dalam pengelolaan kegiatan usaha simpan pinjam, Rulli berharap agar para fasilitator mampu menyesuaikan dan memanfaatkan teknologi informasi saat ini. Untuk mendukung harapan tersebut, Rulli menyebutkan bahwa salah satu syaratnya adalah para pengelola koperasi harus memiliki kompetensi di bidangnya agar kinerja koperasi dan UKM dapat terus meningkat.
Rulli berpendapat, di era digitalisasi ini peluang usaha koperasi haruslah berkembang pesat, dikarenakan para pelaku usaha harus terus berkolaborasi dan bekerja sama agar dapat bertahan untuk terus mengembangkan usahanya di era ini. “Dan hal tersebut harus sesuai dengan nilai dan karateristik koperasi”, tutup Rulli.*(Nabila, E.i)
