Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Jelang Puncak Haji, Jamaah Dihimbau Lebih Pentingkan Ibadah Wajib

Abi Abdul Jabbar Sidik
1 August 2019 | 13:54
rubrik: Haji & Umrah
Badal Haji, Menghajikan Orang Lain

Jamaah Haji Berdoa di Araqfah. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MAKKAH — Jemaah haji Indonesia terutama yang berisiko tinggi (risti) dihimbau agar lebih mementingkan ibadah wajib. Puncak haji yang dimulai dari wukuf di Arafah akan mulai berlangsung pada pekan depan.

Jemaah diminta sebaiknya tidak melakukan ziarah dan ibadah sunah yang justru menguras tenaga dan mengakibatkan dehidrasi. Ini demi menjaga kondisi dalam menghadapi puncak haji.

“Jemaah risti (berisiko tinggi, lansia) diimbau untuk mementingkan ibadah wajib dibanding ziarah,” ujar Penanggung Jawab Medis Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah Dokter Meity Ardiana, Rabu (31/07).

Hari ini, jemaah haji Indonesia berusia sekitar 60 tahun menghembuskan nafas terakhirnya karena apnea atau gagal nafas, setelah mendaki Jabal Rahmah, di Makkah.

Menurut Meity, jemaah berusia lanjut tersebut diduga kelelahan dan dehidrasi. Calon haji tersebut tak tertolong meski sempat dibawa ke KKHI dan langsung dilarikan dengan ambulans KKHI ke RS Arab Saudi An Nur.

Jemaah haji bernama Siti Aminah Takrip Abu asal embarkasi Surabaya ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di tengah pendakian di Jabal Rahmah.

Petugas Haji Fajar Hernanto, yang kebetulan berada di lokasi pendakian mengatakan, saat pingsan jemaah tersebut sempat mendapatkan pertolongan dari seorang jemaah haji yang juga seorang dokter.

“Seorang dokter sempat melakukan CPR dengan pompa jantung dan nafas buatan. Ibu itu sempat bernafas, lalu tidak sadarkan diri,” kata Fajar, yang merupakan anggota Media Center Haji (MCH).

Akhirnya jemaah tersebut digotong beberapa anggota MCH menuruni Jabal Rahmah, dan kemudian digendong masuk ke dalam mobil MCH dibawa ke KKHI, dan langsung dilarikan ke RS Arab Saudi.

“Kondisinya apnea (gagal nafas). Nafasnya tersengal. Langsung di bawa ke RS Arab Saudi. Listrik jantungnya masih terdeteksi, tapi nadinya tidak ada. Pasien tidak tertolong, meninggal di rumah sakit Arab Saudi An Nur,” jelas dia.

See also  Suhu Makkah Tembus 46°C,  PPIH Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji

Ziarah di Jabal Rahmah bukan bagian dari prosesi ibadah haji. Suhu saat jemaah haji Siti ditemukan tidak sadarkan diri sekitar 40 derajat Celcius.

“Pasien kecapean. Cuaca di sini berbeda dengan di Indonesia, panasnya sangat terik,” jelasnya lagi.

Hingga Rabu siang waktu Arab Saudi, jemaah haji Indonesia yang wafat di tanah suci sebanyak 43 orang. Penyebabnya, kebanyakan adalah jemaah berusia tua yang mengalami dehidrasi sehingga memicu penyakit bawaan.

Tags: Haji 2019jamaah haji indonesiaPuncak Haji
Previous Post

Dirut BAZNAS Raih penghargaan TOP Eksekutif Muslim 2019

Next Post

Inovasi Layanan Makkah Route, Bukti Keseriusan Arab Saudi Layani Jamaah Haji

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks