Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Jamaah Haji dapat 18 Kali Jatah Makan di Madinah

Abi Abdul Jabbar Sidik
11 July 2019 | 11:24
rubrik: Haji & Umrah
Jamaah Haji dapat 18 Kali Jatah Makan di Madinah

Contoh menu katering jamaah haji. 9foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, MADINAH — Jamaah haji Indonesia mulai memadati Madinah sejak pemberangkatan pertama pada Minggu 7 Juli 2019. Selama di Madinah jamaah haji akan mendapatkan konsumsi makan sebanyak 18 kali yang terdiri dari makan siang, makan malam dan kudapan di pagi hari.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Katering PPIH Arab Saudi Ahmad Abdullah. Ia menuturkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak baik, pihaknya sudah menginstruksikan kepada petugas haji untuk intensif melakukan pengawasan.

“Tidak hanya saat distribusi, tetapi juga saat proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, lauk pauk, buah, dan lainnya, semuanya kita awasi,” kata Ahmad di Madinah, Rabu (10/7) WAS.

Ahmad menuturkan Kabid Katering PPIH Arab Saudi telah menjalin kerja sama dengan dinas tata kota yang ada di Madinah, Kemenkes, dan pengawas katering secara khusus. Untuk kerja sama dengan katering di Madinah, sedikitnya ada 15 perusahaan. Sedangkan di Makkah, ada 36 perusahaan serta 13 perusahaan katering di Arafah, Mina, dan Muzdalifah.

“Kami juga bekerja sama dengan perusahaan katering yang dikelola Muassasah Asia Tenggara,” ucapnya.

Disajikan Menu Makanan Indonesia

PPIH Arab Saudi, tambah Ahmad, juga menggaet koki yang bisa masak makanan Indonesia. “Semua perusahaan yang menjalin kerja sama dengan kita, kita wajibkan memiliki chef atau koki (juru masak) dari Indonesia. Ada sambal, sambal goeing, ikan patin, mi, dan lainnya, selera ala nusantara,” ungkapnya.

Sebelumnya Konsul Jenderal RI (Konjen) Jeddah, Muhammad Heri Saripudin menyatakan, pemerintah Indonesia terus berupaya memaksimalkan potensi makanan dan minuman nusantara hingga ke Tanah Suci. Semua itu, lanjutnya, dilakukan demi kenyamanan dan kemudahan jamaah.

“Selera nusantara ini supaya jamaah terbiasa dengan tidak perlu khawatir dengan makanan selama di Tanah Suci, karena semuanya disesuaikan dengan makanan nusantara,” kata dia.

See also  Jemaah Lansia Dapat Fasilitas Bus Hidrolik dari Bandara Jeddah ke Makkah

Bahkan, lanjut Heri, pihaknya juga mengupayakan sesuai dengan selera daerah. “Bisa dari Jawa, Minang, Melayu, Lombok, maupun masakan khas daerah di Indonesia,” ujar Heri.

Beberapa jamaah saat dikonfirmasi soal masakan dan makanan yang disajikan di pemondokan, mereka menyatakan sangat cocok dan memuaskan. “Alhamdulillah, cocok dengan selera saya dan istri,” kata Mahfudz dan istrinya, di pelataran Masjid Madinah.

Mahfudz senang, karena salah satu menu atau makanan favoritnya, ikan patin, tersedia di pemondokan. “Mantap sekali,” kata Mahfudz, jamaah asal Madura.

Tak lupa ia pun menyampaikan penghargaan bagi pemerintah Indonesia yang sudah menguyapayakan hal ini. “Terima kasih banyak kepada pemerintah Indonesia,” ujarnya.

 

Tags: jamaah haji indonesiakatering hajimakanan jamaah haji
Previous Post

Telkomsel Rilis Paket Haji Roaming untuk SMS, Telpon dan Internet

Next Post

BPJPH Gandeng 4 Bank Syariah Kerjasama Pelayanan Jaminan Halal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks