Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Pamerkan Sejarah Wali Songo, Museum berbentuk Piramida Segera di Bangun di IISP Madura

Abi Abdul Jabbar Sidik
20 June 2019 | 10:03
rubrik: Nusantara
Pamerkan Sejarah Wali Songo, Museum berbentuk Piramida Segera di Bangun di IISP Madura

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 9foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Kompleks Indonesia Islamic Science Park (IISP) atau Taman Sains Islam Indonesia yang akan dibangun di Madura, Jawa Timur nantinya akan dilengkapi dengan 10 bangunan berbentuk piramida yang berfungsi sebagai museum.

Gubernur Jawa Timur Khofifah, Indar Parawansa, mengungkapkan museum berbentuk 10 piramida tersebut masing-masing akan dibangun untuk sembilan sosok Wali Songo dan satu unit khusus untuk KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Khofifah menyebutkan, setiap satu unit piramida akan digunakan untuk memamerkan sejarah mengenai satu sosok Wali Songo. Misalnya, Sunan Bonang dengan peninggalan artefak Kalpataru yang menyimbolkan kerukunan umat beragama.

“Sebetulnya Kalpataru adalah tinggalan Sunan Bonang dari empat sisi itu, alun-alun Tuban ada vihara, gereja, tempat aliran kepercayaan, dan masjid. Sebetulnya Kalpataru adalah desain bagaimana membangun harmoni di antara umat beragama zaman Sunan Bonang,” ujar Khofifah di Istana Negara, Selasa (18/6).

Khofifah juga mengambil contoh kisah Sunan Kudus yang mengimbau umat Muslim di masanya untuk tidak mengonsumsi daging sapi. Imbauan ini dibuat demi menghormati para pemeluk agama Hindu.

Masyarakat Kudus pun menghindari menyembelih sapi saat Idul Adha dan menggantinya dengan kerbau atau kambing. “Format-format kearifan seperti antara lain yang kami ingin kuatkan di museum yang bentuknya piramida di Islamic Science Park,” kata Khofifah.

Khofifah juga menyebutkan, kompleks IISP nantinya diharapkan bisa diakses umat Muslim dunia. Dia bahkan berharap IISP ini mampu menjadi gravitasi baru perekonomian syariah global. Mantan menteri Sosial tersebut beranggapan, pangsa pasar keuangan syariah di Tanah Air masih tertinggal dibanding negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya, termasuk Malaysia. Kondisi ini pula yang mendorongnya ingin merealisasikan proyek IISP.

See also  Satgas Waspada Investasi Tutup 21 Investasi Ilegal

Kompleks Islamic Science Park atau Taman Sains Islam di Madura nantinya akan memanfaatkan lahan seluas 101 hektare. Peruntukannya, 20 persen untuk edukasi, 30 persen untuk seni, dan 50 persen untuk pariwisata.

Dia ingin IISP nantinya mengusung Islam wasathiyah atau Islam yang moderat. Kompleks ini nantinya akan memberikan gambaran bahwa Islam di Indonesia mengajarkan Islam yang cinta damai dan penuh kasih.

“Tapi basically, kami ingin memanggil keuangan syariah dunia. Jadi basis dan visi besarnya kami ingin panggil dan jadikan IISP sebagai gravitasi keuangan syariah dunia dan jadi sentranya ada di Indonesia, dan Jawa Timur di bagian pintu masuk Madura,” kata Khofifah.

Tags: Indonesia Islamic Science ParkKhofifah Indar ParawangsaMuseum SejarahMuseum Wali SongoWali Songo
Previous Post

KH Ma’ruf Amin: Islam Moderat untuk jaga Keutuhan NKRI

Next Post

Tenda Arafah dan Mina Akan Diberi Nomor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks